Ketika Kebenaran Itu Menyakitkan

Ketika kebenaran itu menyakitkan, maka kita tergoda untuk mengabaikan atau menyangkalnya. Namun ketika kita terbuka dengan kebenaran yang menyakitkan tersebut, justru saat itu yang paling penting adalah memperhatikan apa yang sebenarnya dikatakan.

Seorang sahabat sejati adalah seseorang yang memiliki keberanian untuk berbicara jujur kepada kita, meski kebenaran yang mungkin saja menyakitkan untuk di dengar. Karena dengan mengetahui dan mengakui realitas situasi yang ada, maka kita dapat mulai berhasil menghadapinya.

Ketika kebenaran itu menyakitkan, maka hal itu memang bisa menyakitkan. Namun, jika kita mendengarkan dengan seksama, maka kita akan mendapatkan kebijaksanaan untuk menghindari lebih banyak rasa sakit dan untuk seterusnya bergerak positif ke depan.

Bila kita menemukan kebenaran yang menyakitkan untuk di dengar, memang rasanya nyeri yang berbuat baik pada kita. Hal ini memberikan kita kesempatan untuk membuat perubahan yang lebih baik lagi.

Ambil kesempatan itu dan jalankan dengan sebaik-baiknya. Bersyukurlah bahwa kebenaran yang sulit dan berharga telah berhasil mendapatkan perhatian kita.

Dalam kebenaran, sulit sekali kita akan menemukan banyak kekuasaan. Meskipun kebenaran itu bisa melukai sejenak, tetapi dalam jangka yang panjang, ia juga dapat membebaskan kita.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *