Tinggalkan Perspektif Negatif, Agar Hidup Terasa Nikmat

Waktu yang kita habiskan untuk marah adalah waktu yang tidak akan pernah kita habiskan untuk bersukacita. Energi yang kita konsumsi dengan mengkhawatirkan segala sesuatunya adalah energi yang tidak dapat kita gunakan untuk bergerak melangkah maju.

Kita memutuskan apa yang akan terjadi dan apa yang tidak. Kita memutuskan apa manfaat tanggapan, serta respons apa yang akan terjadi. Dunia di sekitar kita mungkin sering tampak marah dan memecah belah. Bahkan menyakitkan hati kita.

Tapi, hal itu sama sekali tidak memaksa kita untuk marah dan memecah belah juga. Ini demi kepentingan terbaik kita, untuk mempertimbangkan minat terbaik kita sebelum melakukan apapun yang kita lakukan. Hampir selalu, ketertarikan kita lebih baik dilayani dengan niat positif daripada reaksi negatif.

Kebaikan, belas kasih sayang dan pengertian terhadap orang lain juga sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Meringankan diri dari beban kesalahan dan pembalasan dan pahamilah semangat kita dengan pengampunan dan cinta.

Putuskan untuk menjadi sumber-sumber kebaikan daripada sebuah wadah negatif. Hiduplah dengan perspektif positif dari sisi mana saja dan tinggalkan perspektif negatif. Agar hidup ini tetap terasa nikmat bisa kita lalui.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

.

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *