Motivasi Ramadhan #6: Doa Adalah Sumber Pemberdayaan

Selama beberapa periode misi dakwahnya yang paling sulit dan penuh gejolak, Nabi SAW menggunakan doa sebagai sumber ketenangan, bantuan spiritual dan ketabahan yang tiada habisnya. Doa adalah sumber pemberdayaan manusia yang pertama dan terpenting.

Hal ini jelas ditunjukkan pada banyak kesempatan selama waktu di Mekah, dimana Nabi SAW dan para sahabat mengalami permusuhan terus-menerus dari orang Quraisy sambil mendakwahkan pesan yang Allah SWT turunkan.

Doa membuat Nabi SAW tetap fokus pada tugas tindakan moral (keimanan) dan teguh pada pengerahan diri (totalitas diri) di jalan Allah.

Tugas itu sangatlah sulit dalam segala hal dan karena itu diperlukan kontak teratur dengan Sang Pencipta, menggunakan belas kasih dan jaminan belas kasih-Nya.

Orang yang berdoa akan dihormati dengan hak istimewa untuk mendekati kehadiran Ilahi Rabbi dan terlibat dalam percakapan yang ramah dan intim dengan Penciptanya.

Pada tahap awal Islam, Nabi SAW diperintahkan untuk menghabiskan waktu secara teratur dengan shalat tahajud di malam hari

Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sebahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al quran itu dengan perlahan-lahan”. (QS Al Muzzammil: 1-4).

Sebuah perintah yang diturunkan Allah, sebagai pembekalan efektif shalat malam dan membaca alquran. Karena Allah SWT sedang menyiapkan seorang dai dan nabi yang tangguh.

Dan karena nantinya tantangan yang dihadapinya tidak ringan. Ini juga merupakan instruksi dari Allah SWT kepada Nabinya untuk perenungan intensif yang akan memperkuat jiwa yang cerdas.

Ketika seseorang terlibat dalam doa dan pembacaan alquran, maka orang tersebut diingatkan tentang realitas kehidupan, tentang kerapuhannya, dan relatif tidak pentingnya terlepas dari semua kesombongannya.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. (QS Ar-Ra’d: 28)

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *