Motivasi Ramadhan #7: Rendah Hati, Sikap Terbaik Dalam Diri

Salah satu kelemahan kita sebagai manusia adalah merasa diri kita lebih dari orang lain.

Terkadang kita memandang rendah orang lain, karena kita anggap ia bodoh, dan lainnya. Terkadang kita juga melihat rendah orang lain, karena dianggap ilmunya kurang dibanding kita.

Puasa Ramadhan, di antaranya mengajarkan kita untuk selalu rendah hati dan sabar. Kita ini tidak ada apa-apanya. Kita ini lemah, tidak makan sebentar saja fisik kita sudah lemah.

Ketika kita tidak makan, maka badan kita seperti pakaian lusuh, tidak bisa bergerak. Karena kita ini pada hakekatnya makhluk yang lemah, tidak ada yang layak kita sombongkan.

Rendah hati dan kesabaran adalah seperti sisi mata uang. Kita tidak bisa sabar, tanpa rendah hati. Tanpa rendah hati, maka yang muncul adalah sakit hati.

Kita sabar secara fisik, namun hati kita sakit. Rendah hati hanya bisa berpadu dengan kesabaran. Dan keduanya berasal dari hati yang luas.

Hanya hati yang luas, ia akan mampu menampung rendah hati dan kesabaran. Hati yang luas, pada akhirnya adalah hati yang selalu “pasrah” kepada Allah Yang Maha Luas. Hanya dengan memasrahkan segalanya, maka mengalirkan semuanya kepada Allah SWT, hati kita menjadi sangat luas.

Tetapi sebaliknya, tinggi hati dan marah berasal dari hati yang sempit, sehingga hati kita tidak mampu menerima hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan dan kehendak kita, tidak mampu menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. Hati yang sempit ini pada akhirnya mengikuti sikap setan/iblis.

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”. (QS Al Furqon: 63)

Rendah hati akan menjadi hiasan yang menambah kemuliaan siapa pun. Jika ia orang yang cerdas, maka akan semakin mulia jika dia rendah hati.

Sedang jika dia bodoh, maka rendah hati akan menjadi penutupnya. Semoga keberkahan Ramadhan menghiasi kita dengan sikap rendah hati dan sabar untuk mencapai keridhoan-Nya.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *