Motivasi Ramadhan #19: Sabar Sebagai Sumber Pemberdayaan

Kita semua menyadari bahwa kesabaran adalah kebutuhan hidup selain menjadi kebajikan moral. Selain itu, ia merupakan aset yang sangat membantu manusia untuk menahan kesulitan dan unggul dalam mencapai aspirasi mereka.

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)”. QS Ar Ra’du: 22)

Kesabaran, sumber kedua dari pemberdayaan manusia (setelah doa) adalah bagian integral dari pengalaman hidup kita karena dua alasan.

baca juga: Motivasi Ramadhan #6: Doa Adalah Sumber Pemberdayaan

Pertama, karena kehidupan itu sendiri adalah keberadaan sementara dari begitu banyak manusia yang terlibat dan berinteraksi satu sama lain, serta dengan makhluk dan alam lain.

Interaksi ini menghasilkan situasi yang berat yang terkadang menjadi stres dan berbahaya; untuk hidup dengan baik melalui pengalaman seperti itu, ada kebutuhan untuk kesabaran dan tekad.

Kedua, iman itu sendiri adalah klaim yang perlu dibuktikan dan kualitasnya diuji. Proses pengujian sering memerlukan kesulitan dari satu jenis atau lainnya.

Kesabaran adalah kualitas yang memungkinkan kita menanggung tantangan menjadi orang percaya dan mendapatkan pahala yang besar.

Alquran mengingatkan kita tentang fakta ini: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang orang yang sabar”. (QS Ali Imran: 142)

Penting untuk membedakan antara tiga jenis kesabaran: satu yang dilakukan pada kinerja kebajikan dan tugas wajib, kesabaran yang diperlukan untuk menahan diri dari bahaya moral dan perbuatan memalukan, dan kesabaran yang dilakukan untuk menanggung musibah manusia.

Latihan kesabaran menjadi lebih mudah dengan dua praktik: satu adalah doa rutin kepada Allah SWT melalui berbagai cara seperti berzikir dan yang kedua adalah waktu yang cukup banyak digunakan dalam perenungan dan merenungkan tujuan hidup.

Dzikir dan kontemplasi yang teratur merupaka elemen-elemen penting dari iman yang membantu orang-orang beriman dalam kemajuan mereka menuju pencapaian spiritual yang lebih tinggi.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *