Motivasi Ramadhan #23: Alquran dan Lailatul Qadar

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS Al Qadr: 1-5)

Semua yang bersentuhan dengan Alquran menjadi yang terbaik. Jibril alaihissalam, malaikat pembawa pesan Alquran adalah malaikat terbaik. Nabi yang menerimanya, Nabi Muhammad SAW menjadi nabi dan rasul yang terbaik.

Malam yang menjadi sarana waktu turunnya alquran, Lailatul Qadar, menjadi malam yang terbaik. Bulan yang di dalamnya diturunkan alquran, Ramadhan, juga menjadi bulan terbaik.

Dan umat yang menerima dan kemudian mengamalkannya, membaca dan mengajarkannya, maka akan menjadi umat dan manusia terbaik.

Lailatul qadar artinya bermakna malam yang memiliki kedudukan dan kemuliaan. Maka, perbuatan baik yang dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT pada malam itu, akan sangat dimuliakan Allah SWT.

Allah SWT jadikan sebuah malam sebagai fasilitas waktu diturunkan kalam-Nya yang suci diperuntukkan kepada umat manusia melalui kekasih-Nya, Muhammad SAW.

Alquran yang mulia itu menularkan keberkahan bagi sebuah malam yang akan terus dimuliakan sepanjang masa. Kebaikan yang hanya bisa ditakar oleh Sang Pemiliknya, Allahu Rabbi.

Melebihi kebaikan seribu bulan, dan Allah SWT sangat mengistimewakan malam itu. Malam yang hanya sebagian saja dari waktunya dijadikan Allah SWT sebagai fasilitator turunnya kalam-kalam suci itu dari lauhul mahfuzh-Nya.

Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam tersebut juga kemudian dimuliakan oleh Allah SWT melebihi bulan-bulan lainnya. Di bulan ini, Allah wajibkan puasa yang menjadi ibadah khusus antara Dia dan hamba-Nya.

Karena hanya Dia saja yang sanggup memberikan balasan, karena puasa tak bisa dikalkulasikan dengan angka-angka.

Menariknya, adalah Allah SWT mengatakan bahwa malam lailatul qadar ini lebih baik dari “seribu bulan”. Kalimat seribu bulan memiliki kedalaman makna.

Allah tak menggantikannya dengan tiga puluh ribu malam yang juga senilai seribu bulan, atau dengan delapan puluh empat tahun yang juga setara dengan seribu bulan.

Malam lailatul qadar ini terjadi setiap tahun. Mengingat Rasulullah SAW menyuruh umat Islam untuk berburu kebaikan lailatul qadar di bulan Ramadan. Terkhusus di malam sepuluh terakhir di bulan Ramadan.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *