Ramadhan Penuh Cinta

Cecep Y Pramana

Demi cintaNya pada manusia, Allah SWT membuka banyak saluran kebaikan dan jalan bagi keselamatan hamba-hambaNya. Salah satunya lewat bulan Ramadhan, bulan dimana Allah SWT membuka selebar-lebarnya pintu cintaNya pada manusia.

Allah SWT adalah dzat pemilik cinta tak pernah bersyarat, Dia mencintai semua hambaNya tanpa mengharap balasan apapun. Allah SWT selalu mencintai hambaNya walaupun hamba itu berbuat dhalim dan terus membangkang perintahNya.

Sebaliknya cinta manusia adalah cinta “karena” sesuatu. Manusia mencintai sesuatu karena sesuatu itu ada manfaat bagi dirinya. Manusia beramal karena ingin mendapat balasan dan kebaikan. Demi cintaNya itu, Allah SWT membuka jalan bagi keselamatan dan kebahagiaan manusia.

Salah satunya adalah dengan dikaruniakannNya bulan Ramadhan sebagai bulan istimewa. Karena itu, tak berlebihan jika Ramadhan dikatakan sebagai bulan cinta, bulan dimana Allah SWT membuka pintu-pintu kecintaanNya.

Tanda cinta dari Allah SWT ini digambarkan oleh Rasullullah SAW yang mulia, “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza Wajalla memandang semua hambaNya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka memanggilNya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepadaNya”.

Ramadhan, bulan dimana Allah SWT memanggil semua hambaNya untuk kembali menuju hakekat hidup sebenarnya. Di dalam Al Qur’an surat Al An’am ayat 32 Allah SWT berfirman, “Dan kehidupan di dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti”.

Di bulan Ramadhan, Allah SWT telah mempersiapkan makanan berupa rahmat dan kasih sayang bagi mereka yang menyambut dengan penuh ridha dan keikhlasan. Ramadhan adalah bukti cinta Allah SWT. Bahagia bertemu dengan Ramadhan sama artinya dengan bahagia bertemu Allah SWT.

Bila kita cinta kepada Allah SWT, maka kita harus menyambut apapun yang datang dan diserukanNya, termasuk bulan Ramadhan. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Al Ghazali mengatakan adalah sebuah kebohongan besar bila seseorang mencintai sesuatu tetapi ia tidak memiliki kecintaan kepada sesuatu yang berkaitan dengannya.

Al Ghazali juga mengatakan, “bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah SWT tetapi ia tidak mencintai RasulNya; bohonglah orang yang mengaku mencintai RasulNya tetapi ia tidak mencintai kaum fakir dan miskin dan bohonglah orang yang mengaku mencintai surga tetapi ia tidak mau mentaati Allah SWT”.

Karena itu, Rasulullah SAW dan para sahabat selalu menyambut Ramadhan dengan penuh cinta. Tatkala cinta sudah berbicara, maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bahagia menyambut bulan Ramadhan. Tidak ada lagi keluh kesah menahan lapar, haus dan semua keletihan tatkala menjalankan ibadah Ramadhan.

Karena lewat cintalah semua yang pahit akan menjadi manis. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bahagia dan cinta dengan bulan Ramadhan, selalu memanfaatkan nilai-nilai ibadah, sehingga rahmat dan maghfirah Allah SWT senantiasa diperoleh. Wallahua’lam

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *