Rumah Pena MOTIVASI

Apakah Ramadhan Tahun Ini, Perpisahan Terakhir Kita

Cecep Y Pramana

Datangnya bulan Ramadhan tak hanya dilakukan dengan menyiapkan bahan kebutuhan pokok makanan selama sebulan, menyiapkan kantong untuk berbelanja keperluan lebaran atau yang lainnya.

Tetapi, Ramadhan adalah bulan beribadah selama sebulan penuh, dimana kita berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Terbaik dalam peningkatan ketakwaan dan keimanan, dengan taat adalah sebagai ukurannya.

Taat kepada apa yang Allah SWT dan Rasulullah SAW perintahkan. Dapat bertemu dengan bulan Ramadhan adalah satu kenikmatan yang sangat berharga.

Ada haru dan kerinduan, rindu ingin bertemu dengan yang dirindui-Nya. Apalagi jika pertemuan itu adalah pertemuan terakhirnya, sebuah pertemuan perpisahan. Pertemuan yang paling dirindui adalah pertemuan dengan Allah SWT di akhirat kelak.

Ibnu Al Qayyim dalam kitabnya mengungkapkan bahwa kenikmatan yang paling sempurna tidak hanya makan dan minum di surga saja, tetapi juga kenikmatan akan bertemu dengan Allah SWT, Yang Maha Pencipta.

Jika kita tahu bahwa ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, niscaya kita tidak akan meninggalkan segala kewajiban yang telah di fardhukan Allah swt. Kita pasti akan bersungguh-sungguh sekuat tenaga melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan terbaik.

Jika kita tahu bahwa ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, maka kita akan menjaga ibadah puasa kita tanpa berkurangnya pahala di sisi Allah SWT. Bisa jadi seseorang yang berpuasa, dia tidak mendapat dari puasanya melainkan hanya lapar dan dahaga.

Jadi, kita akan senantiasa mengevaluasi (muhasabah) setiap detik demi detik Ramadhan. “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR Bukhari)

Jika Ramadhan kali ini adalah yang terakhir, niscaya kita akan senantiasa menjaga shalat tarawih di masjid setiap malam. Menghayati dan tadabburi setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca.

Jika Ramadhan kali ini adalah yang terakhir, niscaya kita akan melaksanakan semua amalan sunah berpuasa, menjauhkan diri dari segala larangnya.

Jika Ramadhan tahun ini adalah yang terakhir buat kita, niscaya kita tidak akan melupakan nasib saudaranya sesama umat Islam. Bagaimana nanti kita mampu berdiri di hadapan Allah SWT sedangkan kita tidak ambil peduli terhadap nasib umat Islam, nasib saudaranya seiman, dengan berbagi peduli.

Jika kita merasakan bahwa Ramadhan kali ini adalah bulan ramadhan yang terakhir. Niscaya setiap kita pasti akan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kewajiban yang telah Allah SWT wajibkan kepada orang-orang yang beriman.

Setiap waktu yang kita lalui adalah kesungguhan, karena kita tidak tahu kapan kematian datang menjemput. Namun, mempersiapkan dengan persiapan terbaik menjadikan kita telah siap dengan segala yang Allah tetapkan.

Dan, kita tidak mempunyai banyak waktu, raih dan rebutlah Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. Inilah kesempatan kita untuk melakukan segala amalan terbaik di bulan penuh rahmat ini. Bahkan kita harus menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik sepanjang hidup kita. Mengapa kita harus melakukannya?

Jawabannya tidak lain dan tidak bukan karena kita tidak pernah mengetahui apakah kita masih punya kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan.

Sungguh sangat ruginya jika ini merupakan Ramadhan terakhir kita, tetapi justru kita melakukan amalan terburuk dalam hidup kita. Karena itu, mulai saat ini harus kita kuatkan tekad dalam diri kita untuk melakukan segala aktivitas sebagai aktivitas terbaik dalam Ramadhan kali ini.

Shalat kita adalah shalat terbaik yang pernah kita kerjakan. Tilawah Alquran kita adalah tilawah terbaik yang pernah kita baca. Shadaqah atau sedekah kita adalah shadaqah atau sedekah terbaik kita.

Semuanya yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini adalah yang terbaik. Agar amal yang kita lakukan diberikan ganjaran atau pahala dari Allah SWT sebagai ganjaran dan pahala yang paling terbaik.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *