Ramadhan Mulia dan Kenikmatan Surga yang Sempurna

Surga adalah negeri yang penuh kenikmatan yang sempurna dan kemuliaan abadi yang tidak ada cela sama sekali. Berbagai kenikmatan telah Allah SWT persiapkan di surga.

Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman di dalam hadits qudsi: “Aku telah persiapkan untuk hamba hamba-Ku yang shaleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terbetik di hati manusia”.

Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Kalau mau, silakan kalian baca: “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS As Sajdah: 17)”. (HR Bukhari No. 3244)

Kenikmatan dan kesenangan dunia dibandingkan dengan kenikmatan akhirat sangatlah jauh. Allah SWT berfirman: “Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali Imran: 185)

Setiap muslim terutama orang-orang yang beriman pasti sangat merindukan surga. Merindukan berbagai kenikmatan yang telah dipersiapkan Allah SWT di surga bagi umat Nabi Muhammad SAW. Berbagai kenikmatan telah disebutkan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Allah SWT telah menjelaskan tentang luas surga dalam firman-Nya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS Ali Imran: 133)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga ada seratus tingkat yang dipersiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya. Jarak antar tingkat seperti jarak bumi dan langit”. (HR Bukhari No. 2790)

Pintu surga ada delapan, salah satu pintunya bernama Rayyan. Dari Sahl bin Sa’dz, Nabi SAW bersabda: “Di surga ada delapan pintu. Ada pintu yang dinamai Rayyan, tidak ada yang masuk melalui pintu tersebut melainkan orang-orang yang puasa”. (HR Bukhari No. 3257)

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam surga berkelompok-kelompok (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedangkan pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “Kesejahteraan (dilimpahkan) untuk kalian. Berbahagialah kalian! Masukilah surga ini, kalian kekal di dalamnya”. (QS Az Zumar: 73)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW berkata: “Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu”. (HR Muslim No. 507)

Yang Pertama Masuk Surga

Orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad SAW dan umat pertama yang masuk surga adalah umat beliau. Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda: “Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.” (HR. Muslim No. 507)

Umat Nabi Muhammad SAW adalah yang paling dahulu masuk surga, “Kita adalah yang terakhir (masanya di dunia), tetapi yang pertama di hari kiamat. Kitalah yang akan masuk surga lebih dahulu”. (HR Muslim)

Bangunan di Surga

Rasulullah SAW ditanya tentang surga, “Bagaimanakah surga?” Beliau menjawab, “Barang siapa yang masuk surga akan terus hidup tak akan mati, terus akan mendapatkan kenikmatan tidak akan susah, tak akan lapuk bajunya dan tak akan hilang masa mudanya”. Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana bangunannya?” Beliau menjawab, “Ada yang batanya dari perak dan ada yang dari emas, (adukan) semennya adalah misik, kerikilnya adalah mutiara dan permata dan tanahnya adalah za’faran”. (HR Ibnu Abi Syaibah dan sahih)

Kemah-Kemah di Surga

(Bidadari-bidadari) yang pandangan mereka hanya kepada suami dipingit dalam kemah-kemah.” (QS Ar Rahman: 72)

Dari Abu Bakr bin Abdullah bin Qais dari ayahnya, Rasulullah SAW bersabda: “Di surga ada kemah dari mutiara yang dilubangi, lebarnya enam puluh mil.” (HR Bukhari No. 4879)

Sifat-Sifat Wanita Surga

Allah SWT dan Rasul-Nya telah menyebutkan sifat-sifat wanita surga. Sifat-sifat ini hanya sebagian kecil dari sifat wanita surga yang telah disebutkan di dalam Al Qur’an dan Sunnah, diantara sifat wanita surga:

Pertama, tidak pernah disentuh pria lain dan tidak memandang pria lain. Allah SWT berfirman: “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin”. (QS Ar Rahman: 56)

Kedua, usia mereka sebaya. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (Yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, wanita-wanita yang sebaya”. (QS An Naba: 31-33)

Ketiga, mereka dijadikan Allah SWT sebagai gadis. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (QS Al Waqiah: 35-37)

Dan kenikmatan tertinggi dari penduduk surga yang paling agung adalah dapat melihat wajah Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Wajah-wajah mereka itu berseri-seri karena melihat Rabbnya.” (QS Al Qiyamah: 22-23)

Demikianlah sebagian keindahan dan kenikmatan surga yang Allah SWT persiapkan. Di bulan Ramadhan ini, marilah kita mengamalkan amalan-amalan yang mengantarkan kita kepada surga Allah SWT dengan meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, juga senantiasa melakukan berbagai amalan yang telah dijanjikan dengan surga-Nya. Wallahu a’lam.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *