Al-Qur’an, Teknologi dan Berita Bohong

Cecep Y Pramana

Di era majunya teknologi atau ‘canggih’ nya telekomunikasi serta gegap gempita dengan populernya sosial media (sosmed), manusia tetap perlu bimbingan agar tidak kehilangan arah dan menjadi korban dampak negatifnya.

Salah satu bahasan yang saat ini sangat menonjol adalah tentang berita bohong atauistilah kerennya adalah hoax. Al-qur’an secara istilah mungkin tidak menyebut istilah-istilah yang digunakan di era sekarang, namun konten tersebut bisa dibaca di banyak ayat di dalam al-qur’an.

Berita bohong atau dusta, pernah menggerogoti keharmonisan keluarga Rasulullah SAW dan kehidupan sosial kota Madinah dan sang istri, Aisyah r.a menjadi tumbalnya.

Bahkan jebakan persepsi juga pernah nyaris mengakibatkan pertumpahan darah yang hebat, Walid bin ‘Uqbah seorang sahabat pilihan Rasul SAW ditegur keras oleh Allah SWT melalui Surah Al Hujurat.

Dahsyatnya kemujizatan al-qur’an akan semakin terasa bila kita mengalir bersama kisah-kisah al-qur’an dan seolah mendapatkan visualisasi yang dialami langsung oleh para pelakunya.

Kisah-kisah nyata yang sudah sangat lama tersebut akan sangat dekat menemani setiap kita dalam berbagai kondisi, suka dan duka, saat bersemangat atau ketika terzhalimi, saat sendiri atau ketika bersama-sama dalam suatu komunitas.

Di dalam al-qur’an juga terdapat isyarat-isyarat keilmuan yang jika diungkap oleh para pakar dengan pendekatan saintifik, maka akan semakin membuka wawasan kemukjizatan yang luar biasa dari al-qur’an.

Bahasa al-qur’an bukan hanya indah ketika dibaca dan dipelajari, namun memiliki pengaruh bagi jiwa dan perilaku manusia. Terutama mereka yang mengetahui dan mau berinteraksi dengannya.

Bulan Ramadhan segera pergi. Sambutlah terus kebaikan-kebaikannya di sepuluh hari terakhir dengan beri’tikaf. Raih kemuliaan di dalamnya dengan al-qur’an.

Terutama kebaikan al-qur’an yang akan mengantarkan siapa saja yang berinteraksi dengannya menjadi yang terbaik, melebihi seribu komunitas.

Jadilah kita semua, orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat al-qur’an. Menjemput kebaikan dan keberkahan yang telah Allah SWT sediakan. Terlebih di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Semoga Allah SWT memberikan taufiq serta inayahnya untuk kita semua.

.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *