Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

Dunia Sementara, Akhirat Selamanya

Posted on 6 February 20264 February 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

Kehidupan dunia ini bukanlah tempat menetap, melainkan ruang singgah. Ia hadir sebagai ladang amal, tempat kita menanam kebajikan yang kelak akan dipanen di akhirat. Di sinilah arah hidup diuji: apakah kita menjadikan dunia sebagai tujuan, atau sekadar sarana untuk mendekat kepada Allah Subhanahu wata‘ala.

Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan berharga untuk menyiapkan bekal terbaik, yaitu ketakwaan. Karena maut dapat datang kapan saja, dunia yang sementara ini baru terasa bermakna ketika dijalani dengan niat mencari ridha-Nya. Dari sanalah tumbuh semangat untuk beribadah dengan lebih khusyuk, beramal dengan tulus, dan bersedekah dengan lapang hati.

Dunia akan selalu memanggil, menawarkan kenyamanan dan pencapaian. Namun ia tidak pernah dimaksudkan menjadi tujuan akhir. Kehidupan yang sejati adalah kehidupan akhirat. Maka pandanglah setiap pekerjaan, jabatan, dan peran yang kita jalani sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, bukan sekadar rencana besar yang berhenti pada wacana, tetapi ladang nyata untuk menghadirkan nilai dan kebaikan.

Jangan biarkan waktu ‘menyeret’ hidup kita tanpa arah. Kitalah yang seharusnya menuntun waktu, mengisinya dengan amal dan aktivitas produktif yang bernilai ibadah. Kesuksesan sejati bukan saat dunia menggenggam hati, melainkan ketika dunia berada di tangan, sementara akhirat tetap hidup di dalam jiwa.

Bekal terpenting yang perlu terus dijaga adalah shalat yang khusyuk, sedekah yang ikhlas, kebaikan kepada sesama, dan bakti kepada orang tua. Tak ada amal yang sia-sia. Sekecil apa pun kebaikan atau keburukan, semuanya akan mendapat balasan yang adil di akhirat. Kesadaran inilah yang menumbuhkan ketenangan jiwa sekaligus kehati-hatian dalam setiap langkah.

Menyeimbangkan dunia dan akhirat adalah kearifan hidup. Bekerjalah untuk duniamu seakan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan esok adalah pertemuan terakhir. Mengingat kematian bukan untuk menakutkan, melainkan untuk membangunkan kesadaran agar kita tidak menunda kebaikan dan lalai memperbaiki ibadah.

Jadikan setiap tarikan napas sebagai ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala melalui dzikir, sedekah, dan perbuatan baik. Waktu yang telah berlalu takkan kembali. Maka isilah setiap momen dengan kesungguhan, agar ketika dunia berakhir, kita siap melangkah menuju kehidupan akhirat, tempat kebahagiaan yang sesungguhnya kekal dan abadi. Bismillah…

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal“. (QS Al-Mu’min: 39).

Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana

0Shares
Category: Motivasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 3
  • 8,440
  • 1,000,204
  • 2,414

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme