@ Cecep Y. Pramana Indonesia bukan hanya negara dengan wilayah yang luas. Indonesia adalah rumah bagi ratusan juta manusia dengan usia, pengalaman, pendidikan, karakter, dan cita-cita yang berbeda. Di balik angka jumlah penduduk, ada kehidupan yang sedang berjalan. Ada anak-anak yang baru belajar mengenal dunia. Ada anak muda yang sedang mencari arah. Ada orang dewasa…
Artikel
Sesulit Apa Pun, Jangan Tinggalkan Tiga Hal Ini
@ Cecep Y Pramana Ada masa ketika hidup terasa lapang. Ada pula masa ketika semuanya terasa berat. Penghasilan mungkin tidak sebanyak dulu. Rencana tidak berjalan sesuai harapan. Ada masalah yang datang berturut-turut. Ada kesedihan yang tidak selalu bisa diceritakan kepada orang lain. Dalam keadaan seperti itu, kita sering merasa bahwa yang paling dibutuhkan adalah sesuatu…
Tantangan Pembina dalam Menguatkan UPA
@ Cecep Y Pramana Menjadi pembina, pembimbing atau murabbi bukan sekadar menyampaikan materi setiap pekan. Pembina adalah pendamping perjalanan ruhani, penguat semangat, sekaligus sahabat yang membersamai setiap anggota dalam proses bertumbuh menuju ridha Allah Subhanahu wata’ala. Namun, perjalanan itu tidak selalu mudah. Di balik setiap halaqah, UPA, yang terlihat sederhana, ada perjuangan yang sering kali…
Indikator UPA yang Berhasil Guna
@ Cecep Y Pramana Ada sebuah pertanyaan yang layak direnungkan oleh setiap murabbi, pembina, pembimbing, dan anggota halaqah. Apakah UPA yang kita jalani benar-benar telah berhasil?Jawabannya tentu tidak semuanya sama, apalagi cukup diukur dari banyaknya pertemuan yang telah dilaksanakan. Bukan pula dari lengkapnya absensi, banyaknya materi yang selesai disampaikan, atau panjangnya daftar agenda yang telah…
Dua Nikmat Yang Sering Membuat Manusia Lalai
@ Cecep Y Pramana Ada nikmat yang kita sadari ketika kehilangannya. Kita baru memahami arti kesehatan ketika tubuh mulai sakit. Kita baru merasakan berharganya waktu ketika kesibukan datang tanpa jeda. Kita baru menyadari betapa luasnya kesempatan ketika kesempatan itu telah berlalu. Padahal, setiap hari Allah Subhanahu wata’ala memberikan dua nikmat yang sering kita terima tanpa…
Dakwah Ini Milik Allah, Maka Serahkan Kepada-Nya
@ Cecep Y Pramana Ada saat-saat ketika kita merasa lelah dalam berdakwah. Sudah mengajak dengan penuh kasih, tetapi yang datang hanya sedikit. Sudah berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hasilnya belum terlihat. Sudah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan perasaan, namun perubahan yang diharapkan seakan masih jauh dari kenyataan. Pada titik seperti itulah hati perlu kembali mengingat satu kebenaran…
Tarbiyah Berawal dari Cinta
@ Cecep Y. Pramana “Cinta tidak hanya dipandang sebagai gejolak perasaan, tetapi sebagai bangunan ruhani yang melahirkan peradaban. Cinta adalah kekuatan yang menggerakkan hati menuju Allah. Cinta adalah energi yang menghidupkan amal.“ Ketika mendengar kata cinta, kebanyakan orang membayangkan perasaan yang lembut, kehangatan hati, atau hubungan antara dua insan. Padahal dalam Islam, makna cinta jauh…
Ketika Hati Tetap Bersih di Tengah Prasangka
@ Cecep Y Pramana Ada masa ketika kita merasa perlu menjelaskan diri kepada semua orang. Ketika ada yang salah memahami, kita ingin segera meluruskan. Ketika ada yang menyebarkan cerita yang tidak benar, kita ingin membalas. Ketika ada yang menilai tanpa mengenal seluruh kisah, kita ingin membuktikan bahwa mereka keliru. Perasaan itu manusiawi. Kita semua ingin…
Nabi Muhammad SAW, Sang Psikoterapis
@ Cecep Y Pramana “Menyembuhkan jiwa dengan wahyu, kasih sayang, dan keteladanan. Menyembuhkan jiwa yang lelah dilakukan melalui pendekatan spiritual yang mencakup petunjuk wahyu, kelembutan kasih sayang, dan penerapan keteladanan hidup. Ketiga unsur ini bekerja bersama untuk mengembalikan ketenangan dan keseimbangan batin manusia”. Ada manusia yang ketika kita temui, tetapi kita merasa harus berhati-hati. Ada…
Bahagia Itu Kita yang Menentukan
@ Cecep Y Pramana “Percayalah, di saat kita ikhlas dengan keadaan kita, maka di situlah Allah merencanakan kebahagiaan untuk kita, Allah mampu mengubah situasi paling terpuruk menjadi momen terbaik dalam hidup kita”. (KH. Maimoen Zubair) Ada masa ketika kita merasa kebahagiaan selalu berada di tempat lain. Kita berkata, “Aku akan bahagia kalau keadaan sudah membaik”….