@ Cecep Y Pramana Menjadi seorang murabbi (pembina/mentor) bukanlah sebuah pencapaian, melainkan sebuah amanah. Amanah yang menuntut kita untuk terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus menjaga keikhlasan di hadapan Allah Subhanahu wata’ala. Sebab, sebelum membimbing orang lain menuju kebaikan, sejatinya kitalah orang pertama yang harus terus dibimbing oleh Al-Qur’an, sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam,…
Artikel
Halaqah adalah Janji, Jangan Disepelekan
@ Cecep Y Pramana Halaqah bukan sekadar tempat untuk duduk, mendengar, dan menyelesaikan agenda mingguan. Ia adalah ruang pembinaan. Tempat hati dirawat, pemikiran diarahkan, kepribadian dibentuk, dan semangat perjuangan dijaga. Di dalamnya, seseorang tidak hanya belajar tentang apa yang harus diketahui, tetapi juga tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan. Karena itu, halaqah tidak semestinya dipandang sebagai…
Menjadi Seorang Murabbi
@ Cecep Y Pramana Menjadi seorang murabbi (pembina/mentor) bukanlah tanda bahwa seseorang telah mencapai puncak ilmu, kesempurnaan iman, atau terbebas dari kekurangan. Sebaliknya, amanah itu adalah panggilan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan berjalan bersama orang lain menuju kebaikan. Murabbi bukanlah sosok yang merasa paling benar, melainkan pribadi yang bersedia membersamai, menguatkan, dan menginspirasi dengan…
Mutarabbi yang Menghargai Murabbinya
@ Cecep Y Pramana “Adab dalam menuntut ilmu, hormat dalam proses pembinaan, dan rasa syukur kepada orang yang menuntun. Adab merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu, bahkan ditempatkan lebih tinggi daripada ilmu itu sendiri. Tanpa adab dan rasa hormat, ilmu yang diperoleh rentan kehilangan keberkahan dan manfaatnya bagi diri sendiri maupun orang lain”. Ada seorang…
Kun Fayakun: Ketika Allah Berkehendak, Tidak Ada yang Mustahil
@ Cecep Y Pramana Ada kalanya hidup membawa kita pada jalan yang terasa buntu. Pintu yang diharapkan terbuka justru tertutup. Doa yang dipanjatkan bertahun-tahun seakan belum menemukan jawabannya. Ikhtiar telah dilakukan, tetapi hasil belum juga terlihat. Pada titik seperti itu, hati sering kali bertanya, “Masih adakah harapan?” Sebagai seorang mukmin, jawaban atas pertanyaan itu selalu…
Hidup Ini Milik Allah, Mengapa Khawatir?
@ Cecep Y Pramana “Tidak semua yang membuat kita cemas akan benar-benar terjadi. Namun setiap yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah”. Pernahkah kita merasa lelah hanya karena terlalu banyak berpikir? Tubuh kita mungkin sedang duduk diam, tetapi pikiran kita berlarian ke mana-mana. Memikirkan pekerjaan yang belum pasti, masa depan yang masih samar. Tagihan yang belum…
Rezeki Datang dari Allah, Mengapa Cemas?
@ Cecep Y Pramana “Yang sering membuat kita lelah bukan karena rezeki belum datang, tetapi karena hati terlalu sibuk mengkhawatirkan sesuatu yang telah Allah jamin”. Ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan di tengah kesibukan mengejar kehidupan. Mengapa kita begitu cemas tentang rezeki? Setiap pagi kita bangun dengan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. Kita berangkat…
Bagai Bintang di Surga
@ Cecep Y Pramana “Bintang tidak bersinar untuk dirinya sendiri. Ia menerangi langit yang gelap. Demikian pula seorang mukmin, kehadirannya membawa cahaya bagi orang lain. Dan kelak, Allah akan memuliakannya dengan cahaya yang jauh lebih indah di surga.” Pernahkah kita memandang langit pada malam yang cerah? Di tengah luasnya hamparan langit, terdapat ribuan bahkan milyaran…
Saat Jiwa Ingin Pulang: Perjalanan Sunyi Tazkiyatun Nafs
@ Cecep Y. Pramana Ada masa ketika hidup terasa penuh, tetapi hati ini justru kosong. Aktivitas berjalan seperti biasa, tanggung jawab terpenuhi, dan senyum tetap terlihat. Namun di dalam, ada ruang yang terasa sunyi dan berat. Perasaan itu datang tanpa suara. Ia tidak selalu bisa dijelaskan. Kadang hadir di tengah keramaian. Kadang justru terasa saat…
Jalan Tenang di Tengah Gelisah yang Tak Terucap
@ Cecep Y Pramana Ada fase dalam hidup ketika semuanya terlihat baik-baik saja, dan hati terasa penuh. Aktivitas berjalan, tanggung jawab terpenuhi. Namun ada ruang di dalam diri yang terasa sempit, seolah kehilangan arah. Perasaan ini tidak selalu bisa dijelaskan. Ia hadir dalam diam, dalam lelah yang tidak terlihat, dan dalam kegelisahan yang sulit diungkapkan….