@ Cecep Y. Pramana Di tengah kehidupan yang bergerak begitu cepat, sering kali manusia mudah melupakan. Melupakan masa lalu, melupakan orang-orang yang pernah menolongnya, bahkan melupakan mereka yang pernah menjadi bagian penting dalam pertumbuhannya. Namun, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sesuatu yang berbeda. Beliau menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi kedudukannya, melainkan…
Artikel
Ibu Susu Nabi SAW yang Hidupnya Berubah Karena Berkah
@ Cecep Y. Pramana Sering kali manusia menilai sesuatu berdasarkan apa yang tampak di hadapan mata. Kita cenderung memilih yang terlihat menguntungkan, menjanjikan, dan memberikan hasil yang cepat. Namun, tidak jarang keberkahan justru datang dari sesuatu yang semula dianggap biasa, bahkan kurang menarik. Kisah Halimah As-Sa’diyah mengajarkan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wata’ala dapat menghadirkan…
Spirit Berkurban, Berbagi, dan Berdaya
@ Cecep Y. Pramana Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala atas limpahan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan sehingga pada hari yang mulia ini kita masih diberi kekuatan untuk menunaikan ibadah shalat Idul Adha 1447 hijriyah secara berjamaah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi…
Menyatukan Hati (Ikatan Hati)
@ Cecep Y Pramana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ruh-ruh itu seperti pasukan yang dihimpun dalam kesatuan-kesatuan. Yang saling mengenal di antara mereka akan mudah saling terpaut. Yang saling merasa asing di antara mereka akan mudah saling berselisih”. (HR Muslim No 6376). Ikatan hati bukan sekadar kedekatan fisik. Ia adalah pertemuan yang lebih dalam, yang…
Bagaimana Olahraga Menguatkan Kesehatan Mental Kita
@ Cecep Y. Pramana Kesehatan mental tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya terasa dalam setiap keputusan, relasi, dan cara kita memandang hidup. Di tengah ritme yang padat, olahraga sering dianggap sekadar hanya aktivitas fisik. Padahal, di balik gerak sederhana, ada proses yang menata ulang keseimbangan batin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memberi pengaruh nyata terhadap…
Peran Murabbi dan Keterikatannya dalam Kehidupan Sosial
@ Cecep Y Pramana Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk hidup. Ia mengarahkan manusia untuk kembali pada tujuan awal penciptaannya. Menjadi hamba Allah Subhanahu wata’ala yang taat. Sekaligus menjadi wakil-Nya di bumi yang membawa kebaikan dan kemaslahatan. Perjalanan menuju tujuan itu tidak terjadi dengan sendirinya. Ia tumbuh melalui proses pendidikan. Di sinilah peran pendidik (murabbi murabbiyah) menjadi…
Murabbi Murabbiyah dan Aktivitas Ibadah
@ Cecep Y Pramana Seorang murabbi murabbiyah tidak dibangun dari kata-kata yang kuat, karena ia dibentuk dari kedekatan yang jujur dengan Allah Subhanahu wata’ala. Di situlah akar perannya bertumbuh. Karakter pertama yang perlu hadir adalah kesungguhan dalam ibadah. Bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi menjaga ritme ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan kesadaran. Shalat ditegakkan dengan…
Mentoring yang Berkesan
@ Cecep Y Pramana Menjadi mentor, murabbi murabbiyah, atau pengisi halaqah adalah amanah yang sering datang tanpa banyak pilihan. Ia terasa dekat karena sering diminta. Terkadang diterima dengan ragu, dan tidak sedikit yang menolaknya, dengan alasan yang beragam. Namun, di balik itu, ada satu pertanyaan yang lebih penting. Bagaimana menjadikan kegiatan mentoring itu sangat berkesan….
Menjadi Murabbi Murabbiyah: Jalan Sunyi yang Menghidupkan
@ Cecep Y Pramana Ada satu misi yang sering kita pahami, tetapi belum selalu kita rasakan sepenuhnya. Bahwa hidup ini bukan sekadar tentang diri kita. Bukan hanya tentang capaian pribadi. Bukan pula tentang kenyamanan yang ingin kita jaga. Hidup ini adalah amanah untuk menjadi rahmat. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau, melainkan…
Adab Terhadap Diri Sendiri dalam Ajaran Islam
@ Cecep Y Pramana Ada saat-saat ketika seseorang merasa sibuk memperbaiki dunia di sekelilingnya, namun lupa menata dirinya sendiri. Padahal, dalam ajaran Islam, perjalanan paling awal dan paling panjang justru dimulai dari dalam diri. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah Subhanahu wata’ala dan sesamanya. Islam juga menuntun bagaimana seseorang memperlakukan dirinya. Di situlah…