Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

Tangis Cinta dan Hormat Rasulullah SAW Kepada Ibu Susunya

Posted on 9 June 20267 June 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y. Pramana

Di tengah kehidupan yang bergerak begitu cepat, sering kali manusia mudah melupakan. Melupakan masa lalu, melupakan orang-orang yang pernah menolongnya, bahkan melupakan mereka yang pernah menjadi bagian penting dalam pertumbuhannya.

Namun, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sesuatu yang berbeda. Beliau menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi kedudukannya, melainkan dari seberapa tulus ia menghargai orang-orang yang berjasa dalam hidupnya.

Sebuah kisah yang sangat menyentuh terjadi ketika ibu susu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam datang berkunjung ke Madinah. Bayangkan seorang perempuan tua berjalan dari tempat yang sangat jauh. Usianya telah lanjut, dan langkahnya tidak lagi sekuat dahulu.

Wajahnya dipenuhi jejak perjalanan hidup yang panjang. Tidak ada rombongan yang mengiringinya. Tidak ada kemegahan yang menyertainya. Ia hanyalah seorang wanita tua dari perkampungan Bani Sa’ad. Namun, ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melihatnya dari kejauhan, suasana berubah.

Wanita itu adalah Halimah As-Sa’diyah, ibu susu yang pernah mengasuh beliau pada masa kecil. Bertahun-tahun telah berlalu sejak Muhammad kecil tinggal di rumahnya. Di sanalah beliau dibesarkan dengan kasih sayang yang tulus dari Halimah.

Halimah menggendongnya, merawatnya, dan memberikan perhatian sebagaimana seorang ibu kepada anaknya sendiri. Sejak kehadiran Muhammad kecil di rumahnya, keluarga Halimah merasakan keberkahan yang luar biasa. Kehidupan yang sebelumnya penuh kesulitan perlahan berubah.

Hewan ternak menjadi lebih sehat, persediaan susu bertambah, dan rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Semua itu menjadi kenangan yang tersimpan rapi dalam hati Halimah As-Sa’diyah. Kini, anak kecil yang dahulu pernah diasuhnya telah menjadi Rasul Allah.

Beliau adalah pemimpin umat, pembawa risalah Islam, sosok yang dihormati oleh para sahabat dan mulai dikenal di seluruh Jazirah Arab. Namun, kedudukan yang tinggi tidak pernah menghapus kenangan masa lalu dari hati beliau.

Ketika Halimah datang, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam segera menyambutnya dengan penuh kehangatan. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau menunjukkan penghormatan yang sangat besar kepada ibu susunya. Bahkan beliau membentangkan selendangnya dan mempersilakan Halimah As-Sa’diyah duduk di atasnya sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang.

Betapa indah pemandangan itu. Seorang pemimpin besar yang disegani banyak orang berdiri menyambut seorang wanita tua yang pernah merawatnya. Tidak ada kesombongan, tidak ada jarak, dan tidak ada rasa bahwa dirinya lebih tinggi daripada orang lain. Yang ada hanyalah cinta, rasa hormat, dan penghargaan terhadap jasa yang tidak pernah dilupakan.

Di hadapan Halimah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bukan hanya seorang nabi dan pemimpin. Beliau juga seorang anak yang mengenang kasih sayang masa kecilnya. Pertemuan itu bukan sekadar perjumpaan dua orang yang lama tidak bertemu. Pertemuan itu adalah pertemuan antara kenangan dan rasa syukur.

Pertemuan yang mengingatkan bahwa setiap manusia tumbuh karena peran banyak orang yang hadir dalam kehidupannya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak hanya menyambut Halimah dengan kata-kata yang baik. Beliau juga memberikan perhatian dan bantuan untuk meringankan kehidupannya.

Semua itu menunjukkan bahwa rasa terima kasih yang sejati tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan dalam sikap dan tindakan. Kisah ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita hari ini.

Banyak orang ingin menjadi sukses. Banyak yang bercita-cita mencapai posisi tinggi, memperoleh pengaruh besar, dan mendapatkan penghormatan dari banyak orang. Namun semakin tinggi seseorang melangkah, semakin besar pula tantangan untuk tetap rendah hati.

Tidak sedikit orang yang lupa kepada mereka yang pernah membantu langkah awal kehidupannya. Ada yang melupakan guru yang membimbingnya, ada yang melupakan sahabat yang menemaninya saat sulit. Bahkan ada yang mulai menjaga jarak dari orang tua dan keluarga setelah merasa berhasil.

Padahal, keberhasilan tidak pernah lahir dari perjuangan seorang diri. Di balik setiap pencapaian, ada doa yang dipanjatkan oleh orang tua. Ada pengorbanan yang mungkin tidak pernah kita lihat. Ada tangan-tangan yang membantu tanpa meminta balasan, dan ada orang-orang yang pernah menguatkan ketika kita hampir menyerah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan bahwa mengenang jasa bukanlah tanda kelemahan. Justru itulah tanda kemuliaan hati. Semakin seseorang memahami asal-usul perjalanannya, semakin ia mampu menghargai orang-orang yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Karena itu, luangkanlah waktu untuk mengingat kembali siapa saja yang pernah berjasa dalam hidup kita. Orang tua yang tidak pernah lelah mendoakan. Guru yang mengajarkan ilmu. Sahabat yang menemani saat sulit. Kerabat yang pernah membantu ketika keadaan sempit. Jangan sampai kesibukan membuat kita lupa mengucapkan terima kasih.

Jangan sampai keberhasilan membuat kita kehilangan kerendahan hati. Sebab kemuliaan sejati bukanlah ketika kita berada di puncak. Kemuliaan sejati adalah ketika kita tetap mampu menundukkan hati, menghormati orang-orang yang berjasa, dan menjaga rasa syukur sepanjang perjalanan hidup.

Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang tidak pernah melupakan Halimah As-Sa’diyah. Semoga kita pun menjadi pribadi yang senantiasa mengingat, menghargai, dan membalas kebaikan orang-orang yang pernah menanamkan cinta dalam kehidupan kita.

Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur, yang tidak melupakan jasa orang tua, guru, sahabat, karib kerabat, dan semua orang yang telah menghadirkan kebaikan dalam hidup kami. Aamiin.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, rahmat, keberkahan, dan kemuliaan yang sempurna kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, hamba-Mu, utusan-Mu, kekasih-Mu, dan penutup para nabi.

Ya Allah, muliakanlah beliau dengan kemuliaan yang tidak terhingga, tinggikanlah derajat beliau di sisi-Mu, dan anugerahkanlah kepadanya Al-Wasilah, Al-Fadhilah, serta kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.

Ya Allah, balaslah seluruh perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah-Mu dengan balasan terbaik. Balaslah setiap tetes kesabaran, setiap pengorbanan, dan setiap kasih sayang yang beliau curahkan kepada umatnya dengan rahmat dan kemuliaan yang berlipat ganda.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mencintai beliau dengan tulus, mengikuti sunnahnya dengan istiqamah, meneladani akhlaknya dengan sungguh-sungguh, dan dikumpulkan bersama beliau di surga-Mu yang penuh kenikmatan.

Ya Allah, jangan Engkau haramkan kami dari syafaat beliau pada hari ketika tidak ada pertolongan selain pertolongan-Mu. Dekatkanlah kami kepada telaga beliau, berilah kami minum dari tangannya yang mulia, dan pertemukanlah kami dengannya dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam yang sebanyak-banyaknya kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, dan seluruh pengikut beliau yang setia hingga akhir zaman. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana

0Shares
Category: Artikel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 0
  • 2,086
  • 1,116,501
  • 2,532

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme