@ Cecep Y Pramana Zakat bukanlah sekadar kewajiban administratif. Zakat adalah ibadah penyucian harta dan jiwa yang membersihkan hati dari kikir serta egoisme. Berzakat adalah bentuk rasa syukur dan pengakuan bahwa harta adalah titipan Allah Subhanahu wata’ala semata, sekaligus sebagai instrumen sosial untuk menebar kepedulian dan keberkahan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an: “Ambillah zakat…
Kerjakanlah, Sebab Allah Menyukai Hamba yang Berikhtiar
@ Cecep Y Pramana Dalam hidup, hampir setiap orang berharap jalannya selalu mudah. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana, tanpa hambatan, tanpa kegagalan, tanpa rasa lelah. Namun kenyataannya, Allah Subhanahu wata’ala tidak menjanjikan hidup yang bebas dari masalah. Yang Allah Subhanahu wata’ala janjikan adalah pertolongan bagi mereka yang mau bersabar, berikhtiar, dan terus melangkah. Ketika…
Ketika Hati Tetap Bersih di Tengah Prasangka
@ Cecep Y Pramana Ada masa ketika kita merasa perlu menjelaskan diri kepada semua orang. Ketika ada yang salah memahami, kita ingin segera meluruskan. Ketika ada yang menyebarkan cerita yang tidak benar, kita ingin membalas. Ketika ada yang menilai tanpa mengenal seluruh kisah, kita ingin membuktikan bahwa mereka keliru. Perasaan itu manusiawi. Kita semua ingin…
Nabi Muhammad SAW, Sang Psikoterapis
@ Cecep Y Pramana “Menyembuhkan jiwa dengan wahyu, kasih sayang, dan keteladanan. Menyembuhkan jiwa yang lelah dilakukan melalui pendekatan spiritual yang mencakup petunjuk wahyu, kelembutan kasih sayang, dan penerapan keteladanan hidup. Ketiga unsur ini bekerja bersama untuk mengembalikan ketenangan dan keseimbangan batin manusia”. Ada manusia yang ketika kita temui, tetapi kita merasa harus berhati-hati. Ada…
Bahagia Itu Kita yang Menentukan
@ Cecep Y Pramana “Percayalah, di saat kita ikhlas dengan keadaan kita, maka di situlah Allah merencanakan kebahagiaan untuk kita, Allah mampu mengubah situasi paling terpuruk menjadi momen terbaik dalam hidup kita”. (KH. Maimoen Zubair) Ada masa ketika kita merasa kebahagiaan selalu berada di tempat lain. Kita berkata, “Aku akan bahagia kalau keadaan sudah membaik”….
Goyangkan Pohon Kurmamu!
@ Cecep Y Pramana Ada masa dalam hidup ketika seseorang merasa tidak lagi memiliki banyak pilihan. Tenaga menipis, hati terasa berat, jalan di depan tampak gelap. Sementara persoalan datang bertubi-tubi, seolah tidak memberi kesempatan untuk bernapas. Pada saat seperti itu, seseorang bisa merasa sangat sendirian. Maryam (nama surah ke-19 dalam Al-Qur’an. Kata ini juga merujuk…
Perjalanan Menuju Hari Ini
@ Cecep Y Pramana Hari ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia adalah titik yang kita capai setelah melewati perjalanan panjang yang dipenuhi doa, ikhtiar, air mata, kegagalan, harapan, dan pertolongan Allah Subhanahu wata’ala yang sering kali tidak kita sadari. Semua yang telah kita lalui telah membentuk diri kita hari ini. Setiap pengalaman, baik yang membahagiakan maupun…
Cahaya yang Menyala di Wajah Lain
@ Cecep Y Pramana Dakwah tidak selalu hadir dalam forum besar, mimbar yang tinggi, atau panggung yang penuh perhatian. Terkadang, dakwah hadir dalam perjalanan di bus kota, dalam percakapan singkat di ruang kerja, di meja makan bersama keluarga, dalam sapaan yang tulus, dan dalam sikap yang jujur. Bahkan, dalam satu pesan sederhana di grup dan…
Jangan Tinggalkan Doa Ini Setiap Hari
@ Cecep Y Pramana Ada doa yang sangat singkat, tetapi maknanya begitu luas. Doa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk dibaca setelah salat Subuh. Doa yang tidak hanya berbicara tentang rezeki, tetapi juga tentang ilmu dan amal. Tiga hal yang sangat menentukan kualitas hidup seorang Muslim. “Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban,…
2 Miliar Manusia Belum Pernah Melihat, tetapi Begitu Mencintai
@ Cecep Y Pramana “Sebuah Renungan tentang Rindu kepada Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam. Getaran ruhani yang menyapa hati setiap Mukmin, menghadirkan cinta tulus kepada sang pembawa cahaya tanpa pernah bersua raga. Rasa rindu ini hidup melalui jejak sunnah, tetesan air mata dalam sujud, serta lantunan-lantunan shalawat yang menghubungkan jarak zaman.” Ada tulisan yang membuat kita…
Menunda Amal Dakwah
@ Cecep Y Pramana Ada kalanya kita berkata, “Nanti”. Nanti ketika waktu lebih longgar, nanti ketika pekerjaan selesai, nanti ketika ilmu sudah lebih banyak, dan nanti ketika diri sudah merasa lebih siap. Padahal, dakwah tidak selalu menunggu kita menjadi sempurna. Dakwah sering kali dimulai dari apa yang kita miliki hari ini. Dari ilmu yang sudah…