Terima Kasih, Orang Baik
@ Cecep Y Pramana Malam itu, seorang lelaki datang lebih awal ke sebuah tempat pertemuan. Wajahnya terlihat lelah. Ia duduk sendiri sambil sesekali melihat layar
Menulis | Menginspirasi | Menggerakkan
@ Cecep Y Pramana Malam itu, seorang lelaki datang lebih awal ke sebuah tempat pertemuan. Wajahnya terlihat lelah. Ia duduk sendiri sambil sesekali melihat layar
@ Cecep Y Pramana Makkah malam itu terasa berbeda. Seorang lelaki pulang ke rumah dengan langkah yang tidak seperti biasanya. Wajahnya menyimpan kegelisahan. Pengalaman yang
@ Cecep Y Pramana Pagi itu, seorang lelaki keluar dari rumah lebih awal dari biasanya. Langit belum sepenuhnya terang. Jalanan mulai dipenuhi kendaraan yang bergerak
@ Cecep Y Pramana Suatu hari, mungkin kita pernah duduk sejenak setelah shalat, lalu bertanya dalam hati: Bagaimana sebenarnya keadaan umat Islam hari ini? Di
@ Cecep Y Pramana Ada sebuah pertanyaan sederhana yang sesungguhnya mengandung renungan yang panjang. Mengapa wahyu pertama yang diterima Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam dimulai
@ Cecep Y Pramana Di antara kesibukan hidup, kami menemukan ruang untuk bertumbuh, saling menguatkan, dan kembali mengingat tujuan. Malam itu, satu per satu anggota
@ Cecep Y Pramana Ada orang yang kehadirannya membuat suasana menjadi lebih hangat. Tidak selalu karena ia banyak bicara. Tidak pula karena ia memiliki kedudukan
@ Cecep Y Pramana Ada seorang anggota yang suatu sore melihat kalender di ponselnya. Ia berhenti sejenak. Ternyata hari ini jadwal UPA. Entah mengapa, setelah
@ Cecep Y Pramana Ada orang yang sangat memperhatikan kesehatan tubuhnya. Ia mengatur makanan, menjaga waktu tidur, berolahraga, dan berusaha menjalani hidup dengan lebih sehat.
@ Tarwiyah Ruslan (Bu Awi) Ada masa ketika seseorang mulai merindukan sebuah pertemuan. Bukan karena tempatnya istimewa. Bukan pula karena hidangannya selalu tersedia. Bukan karena