@ Cecep Y Pramana Seorang murabbi murabbiyah tidak dibangun dari kata-kata yang kuat, karena ia dibentuk dari kedekatan yang jujur dengan Allah Subhanahu wata’ala. Di situlah akar perannya bertumbuh. Karakter pertama yang perlu hadir adalah kesungguhan dalam ibadah. Bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi menjaga ritme ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan kesadaran. Shalat ditegakkan dengan…
Artikel
Mentoring yang Berkesan
@ Cecep Y Pramana Menjadi mentor, murabbi murabbiyah, atau pengisi halaqah adalah amanah yang sering datang tanpa banyak pilihan. Ia terasa dekat karena sering diminta. Terkadang diterima dengan ragu, dan tidak sedikit yang menolaknya, dengan alasan yang beragam. Namun, di balik itu, ada satu pertanyaan yang lebih penting. Bagaimana menjadikan kegiatan mentoring itu sangat berkesan….
Menjadi Murabbi Murabbiyah: Jalan Sunyi yang Menghidupkan
@ Cecep Y Pramana Ada satu misi yang sering kita pahami, tetapi belum selalu kita rasakan sepenuhnya. Bahwa hidup ini bukan sekadar tentang diri kita. Bukan hanya tentang capaian pribadi. Bukan pula tentang kenyamanan yang ingin kita jaga. Hidup ini adalah amanah untuk menjadi rahmat. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau, melainkan…
Adab Terhadap Diri Sendiri dalam Ajaran Islam
@ Cecep Y Pramana Ada saat-saat ketika seseorang merasa sibuk memperbaiki dunia di sekelilingnya, namun lupa menata dirinya sendiri. Padahal, dalam ajaran Islam, perjalanan paling awal dan paling panjang justru dimulai dari dalam diri. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah Subhanahu wata’ala dan sesamanya. Islam juga menuntun bagaimana seseorang memperlakukan dirinya. Di situlah…
Tarbiyah dan Militansi Kader
@ Cecep Y Pramana Ada satu kisah yang layak kita renungi perlahan. Ini tentang Abdullah bin Rawahah, seorang sahabat yang dipilih menjadi panglima dalam Perang Mu’tah. Ketika amanah itu diberikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, maka ia tidak menyambutnya dengan kebanggaan.Ia justru menangis. Para sahabat bertanya, apa yang membuatnya demikian. Jawaban Abdullah bin Rawahah sederhana,…
Keteladanan Seorang Murabbi Murabbiyah
@ Cecep Y Pramana Ada momen sederhana yang sering terlewat, namun dapat menyimpan makna yang dalam. Saat seseorang membuka mushaf dan membaca Al-Qur’an, lalu anak-anaknya datang mendekat. Mereka membawa Iqra, duduk di sampingnya, dan meniru tanpa diminta. Atau ketika seorang murabbi murabbiyah mendapati mutarabbinya berpuasa sunnah. Padahal tidak pernah ada perintah langsung darinya. Hanya karena…
Dakwah Adalah Cinta
@ Cecep Y Pramana Memang seperti itu dakwah. Ia bukan sekadar tugas, tetapi ia adalah cinta. Cinta yang pelan, namun dalam. Cinta yang tidak hanya singgah di rasa, tetapi menetap di seluruh ruang jiwa. Ia meminta pikiran, waktu, dan perhatian kita. Ia hadir saat kau berjalan, duduk, bahkan ketika tubuhmu terlelap. Sampai-sampai mimpimu pun diam-diam…
Kiat Memiliki Sifat Syaja’ah (selesai)
@ Cecep Y Pramana Ada satu kisah yang sederhana, tetapi sarat makna. Seorang prajurit muslim, Rabi’ bin ‘Amir, datang menemui panglima besar Persia, Rostam Farrokhzad. Ia berjalan di atas hamparan kemewahan tanpa rasa gentar. Pedangnya menyentuh karpet megah, seolah menegaskan bahwa hatinya tidak terpaut pada dunia. Ucapannya singkat, tetapi tegas. Ia datang bukan untuk tunduk,…
Macam-Macam Syaja’ah (bagian 3)
@ Cecep Y Pramana Keberanian sering disalahpahami. Ia dianggap sebagai sikap nekat, spontan, atau tanpa pertimbangan. Padahal dalam nilai Islam, asy-syaja’ah (keberanian) justru lahir dari kejernihan berpikir dan kedalaman iman. Ia bukan tindakan tergesa-gesa, tetapi keputusan yang matang. Bukan dorongan emosi, tetapi kesadaran untuk meraih ridha Allah Subhanahu wata’ala. Keberanian yang benar selalu berjalan bersama…
Realita Hari Ini (bagian 2)
@ Cecep Y Pramana Kita hidup di zaman yang serba cepat, serba terbuka, dan serba terlihat. Namun, di balik itu ada sesuatu yang perlahan melemah. Bukan pada fisik, bukan pada kemampuan, tetapi pada keberanian hati. Rasa takut semakin dominan. Bukan takut yang menjaga, tetapi takut yang melemahkan. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam…