@ Cecep Y. Pramana
Beberapa ungkapan terindah tentang filsafat kehidupan, sebagai berikut: Kita akan menemukan bahwa hidup masih berharga, jika kita tersenyum. Hidup itu seperti cermin, kita mendapatkan hasil terbaik saat kita tersenyum padanya.
Hidup, bagi seorang gadis kecil, adalah tentang menjerit dan menangis. Bagi seorang gadis, ini tentang merawat penampilannya. Bagi seorang wanita, ini tentang pernikahan. Bagi seorang istri, ini adalah pengalaman yang sulit.
Hidup ini pendek, tetapi kemalangan membuatnya panjang. Hidup tidak ada nilainya kecuali kita menemukan sesuatu untuk diperjuangkan. Hidup ibarat api, kita bisa terbakar dalam apinya, atau memadamkannya dan hidup dalam kegelapan.
Siapa pun yang menindas akan ditindas, meskipun hanya setelah beberapa saat. Dan siapa pun yang menindas seseorang yang tidak mampu menanggapi penindasannya karena kelemahan dan kurangnya akal, maka kehidupan akan membuatnya menderita penindasan yang sama seperti yang ia timpakan kepada orang lain, dan mungkin bahkan lebih parah.
Dan kehidupan, seperti kata pepatah, adalah utang yang mungkin tertunda pelunasannya untuk sementara waktu, tetapi selalu jatuh tempo di dunia ini dan di akhirat. Tidak ada kehidupan dengan keputusasaan, dan tidak ada keputusasaan dengan kehidupan.
Berbahagialah orang yang mengisi hidupnya dengan perbuatan baik, karena ia menyadari bahwa hidupnya terlalu singkat untuk disia-siakan dengan berbuat jahat. Kedermawanan di masa hidup sangat berbeda dengan kedermawanan di saat kematian; yang satu muncul dari toleransi dan kebajikan sejati, yang lain muncul dari kesombongan atau ketakutan.
Kita menjalani kehidupan ganda bagi diri kita sendiri saat kita hidup bagi orang lain, dan sejauh kita melipatgandakan rasa terhadap orang lain, maka kita juga melipatgandakan rasa terhadap kehidupan kita sendiri, dan akhirnya melipatgandakan kehidupan itu sendiri.
Hidup tidak diukur dari banyaknya tahun, tetapi dari banyaknya perasaan, karena hidup tidak lain adalah perasaan seseorang terhadap kehidupan. Pengetahuan yang luas adalah dalih untuk memperoleh kekayaan yang melimpah, sedangkan pengalaman duniawi adalah jalan terpendek untuk mengabdi kepada agama.
Bersemangatlah menyambut kematian, maka kehidupan akan diberikan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Ketahuilah bahwa kematian itu tak terelakkan dan hanya terjadi sekali. Jika engkau mengabdikannya di jalan Allah Subhanahu wata’ala, maka hal itu akan menjadi keuntungan di dunia dan pahala di akhirat.
Jika Allah Subhanahu wata’ala telah memberi kita hidup, Dia tidak dapat mengambilnya melalui kematian. Kematian bukanlah pengambilan hidup, melainkan transisi ke kehidupan lain setelah kematian, lalu kehidupan lain setelah kebangkitan, lalu kenaikan ke surga menuju keabadian.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?. (QS Al Baqarah: 28).
Pandangan global tentang uang adalah satu-satunya kebenaran optimis dalam peradaban kita. Uang adalah hal terpenting di dunia. Uang melambangkan kesehatan, kekuatan, kehormatan, kemurahan hati, dan keindahan. Keutamaannya yang terpenting adalah ia meremukkan orang yang rendah hati, sekaligus mengangkat dan menguatkan orang yang mulia.
Prinsip bukan hanya jalan menuju kehidupan untuk maju, tetapi juga mahkotanya. Janganlah merendahkan prinsip ke tingkat sarana dasar, dan jangan biarkan mereka menggantung tanpa dukungan yang memberinya vitalitas dan kemampuan untuk memperbarui diri melalui hubungannya dengan kehidupan.
Orang yang sukses adalah orang yang menutup mulutnya sebelum orang lain menutup telinganya, dan membuka telinganya sebelum orang lain membuka mulutnya. Senang rasanya belajar dari pelajaran hidup untuk hanya menyimpan kenangan indah bersama orang lain, dan belajar untuk bersikap spontan dan naif, jika kita mau, ketika berhadapan dengan wajah-wajah baru, tanpa menjadi rentan terhadap tipu daya atau tipu daya yang akan menjerumuskan kita ke dalam perangkap jalan.
Janganlah kamu bertengkar, padahal kamu tahu bahwa kamu telah berlaku dzalim. Karena jika kamu menang di dunia, niscaya kamu akan hina di akhirat. Hidup ini ibarat kereta cepat, apa yang melewatinya adalah ‘mimpi’, dan apa yang menghampirinya adalah ‘ilusi’.
Diri batin yang kita coba sembunyikan adalah diri kita yang sebenarnya, bukan pakaian yang kita kenakan atau tindakan yang kita tunjukkan. Lihatlah ke dalam diri kita, pikirkan, renungkan, dan ketahuilah apa yang kita sembunyikan.
Kita akan tahu di mana kita berada di dunia ini dan di mana kita akan berada di akhirat. Kesuksesan tidak ada hubungannya dengan apa yang kita peroleh dalam hidup, atau apa yang kita capai untuk diri sendiri. Kesuksesan adalah apa yang kita lakukan untuk orang lain.
Setiap atom di alam semesta menunjuk jarinya pada belas kasihan Yang Maha Pengasih. Bahkan rasa sakit pun tidak diciptakan untuk kita dengan sia-sia oleh Allah Subhanahu wata’ala. Sebaliknya, rasa sakit adalah indikator dan kompas yang menunjukkan lokasi penyakit dan menarik perhatian. Seseorang mulai hidup ketika ia dapat hidup di luar dirinya sendiri.
Frase terindah tentang kemauan dalam hidup
Beberapa ungkapan terindah tentang keinginan untuk hidup adalah sebagai berikut: Kehidupan akan menghadapi banyak ujian, ada yang sangat berat dan ada pula yang berlalu tanpa kita sadari, dan hanya mereka yang memiliki tekad kuatlah yang akan mampu mengatasinya secepat mungkin.
Tekad adalah hal yang memacu kita untuk mengambil langkah pertama dalam perjalanan perjuangan hidup, sedangkan tekad adalah hal yang membuat kita tetap bertahan di jalan tersebut hingga akhir.
Hanya memiliki tekad saja tidak cukup untuk meraih impian. Jika tekad tidak dibarengi dengan keberanian, maka jadi sia-sia belaka. Keinginan untuk hidup dengan baik memberi sayap pada kaki. Orang-orang dengan tekad dan tekad yang kuat berjuang dalam hidup dengan keberanian dan integritas.
Mereka tak punya ruang untuk menyerah, karena tujuan mereka adalah menang dan tak ada hal lain yang akan memuaskan mereka. Kebudayaan dalam kehidupan manusia melambangkan suatu kemauan, kemauan untuk memberontak.
Tekad merupakan kekuatan yang memacu kita untuk berusaha mewujudkan impian kita, sedangkan tekad merupakan kekuatan yang memampukan kita untuk terus mengejar impian tersebut.
Mengetahui sesuatu dalam hidup itu baik, memiliki keinginan itu lebih baik, dan bertindak adalah yang terbaik dari ketiganya. Tekad bekerja seperti kekuatan ajaib, membuat kita percaya bahwa kita mampu mencapai keajaiban, bahkan ketika semua indikator di sekitar kita menunjukkan sebaliknya.
Kemauan tulus seseorang ibarat sebuah kekuatan tak terlihat di belakangnya, yang terus mendorongnya maju di jalan menuju kesuksesan, dan bertumbuh seiring waktu hingga tidak memungkinkannya untuk berhenti atau mundur.
Ada orang yang berenang menuju kapal, dan ada orang yang membuang-buang waktu menunggunya. Itulah perbedaan yang membedakan mereka yang berkemauan keras dengan yang lain.
Jika kita tidak mampu mencapai tujuan di bidang studi atau posisi yang kita cita-citakan karena kurangnya tekad, keadaan sementara, atau takdir Allah Subhanahu wata’ala, janganlah mencoba menghalangi orang lain dari apa yang tidak dapat kita capai. Mereka memiliki sifat yang berbeda, dengan psikologi yang berbeda, dan dalam situasi yang berbeda pula.
Frase terindah tentang harapan dalam hidup
Beberapa ungkapan terindah tentang harapan dalam hidup adalah sebagai berikut: Hidup tak ada rasanya tanpa harapan. Ada orang yang merupakan harapan itu sendiri. Segalanya mungkin berbalik melawan kita, tetapi Allah Subhanahu wata’ala akan selalu bersamamu. Bersama dengan Allah Subhanahu wata’ala, dan segalanya akan menyertai kita, karena harapan kepada-Nya tak pernah hilang.
Tantangan tak pernah menunggu, dan hidup tak pernah menoleh ke belakang. Seminggu kerja keras dan harapan adalah titik balik yang sesungguhnya dalam meraih apa yang kita inginkan. Seorang pesimis adalah orang bodoh, ia melihat cahaya di depan matanya, tetapi ia tidak percaya.
Hidup adalah novel indah yang harus kita baca dengan penuh harapan hingga akhir. Jangan pernah berhenti di akhir yang menyedihkan. Akhir ceritanya mungkin indah. Jika kita kehilangan uang, maka kita telah kehilangan sesuatu yang berharga. Jika kita kehilangan karakter, maka kita telah kehilangan sesuatu yang tak ternilai. Jika kita kehilangan harapan, maka kita telah kehilangan segalanya.
Frase terindah tentang kesedihan dalam hidup
Berikut ini beberapa ungkapan terindah tentang kesedihan dalam hidup : Tragedi terbesar dalam hidup ini adalah kehilangan jati diri, dan menerima kepribadian baru yang dipaksakan seseorang untuk kita pegang teguh.
Ketika seseorang meninggal, maka ia pergi ke alam baka, menghilang dari keberadaan, dan yang tersisa hanyalah kenangan menyedihkan dari apa yang pernah indah dan bahagia. Kesedihan, begitu dimulai di masa kanak-kanak, tumbuh dengan cepat dan menembus jauh ke dalam hati, menetap di sana hingga akhir hayat.
Kesedihan adalah tanaman liar yang awalnya kecil tetapi tak pernah berhenti tumbuh. Ia memiliki karakteristik yang memungkinkannya hidup di berbagai iklim. Ketika kesedihan terus berlanjut dan menempati tempat tersendiri di hati, hari demi hari ia berubah menjadi semak belukar yang merasuki setiap perilaku dan tubuh seseorang.
Tak ada kebenaran yang dapat menyembuhkan duka yang kita rasakan saat kehilangan orang terkasih. Tak ada kebenaran, tak ada keselamatan, tak ada kekuatan, tak ada belas kasih yang dapat menyembuhkan duka ini. Yang bisa kita lakukan hanyalah menghadapi duka itu hingga akhir, dan belajar sesuatu darinya.
Jiwa yang sedih dan berduka menemukan penghiburan dalam bergabung dengan jiwa lain yang merasakan hal yang sama dan berbagi perasaannya, sebagaimana orang asing menemukan penghiburan pada orang asing lainnya di negeri yang jauh dari kampung halamannya. Hati yang disatukan oleh derita depresi tak terpisahkan oleh sukacita dan gemerlap kebahagiaan.
Ikatan kesedihan lebih kuat dalam jiwa daripada ikatan kebahagiaan dan kegembiraan, dan cinta yang dibasuh mata dengan air mata tetap murni, indah, dan abadi. Betapa sulitnya merasa bosan, melihat semua orang di sekitar kita sebagai ketiadaan, dan merasa menyesal atas dosa yang tidak kita ketahui dan kejahatan yang tidak kita lakukan.
Bagaimana jika kita mencoba mempersiapkan cinta dengan akal sehat? Bagaimana jika kita memperkuat otot jantung kita dengan latihan kesabaran setiap hari bersama orang-orang yang kita cintai? Bagaimana jika kita menahan diri untuk tidak jatuh ke dalam perangkap ingatan emosional, yang mengandung pembalasan di masa depan?
Bagaimana jika kita mengalami cinta dalam hidup dengan hati Tefal, yang dindingnya bebas dari apa pun dari masa lalu? Hati yang mampu menahan rasa sakit dan derita perpisahan. Hidup hanyalah gambaran kolektif yang besar. Suatu hari nanti, kamu mungkin harus merelakan tempatmu di dalamnya demi kebahagiaan orang yang kamu cintai. Wallahua’lam.
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep asmadiredja
.