@ Drs. Hamzah Syahid Afifi, S.Sos., M.M., M.Ag., M.I.Kom.
Apa yang bisa dilakukan, ketika kita berada di ruangan yang gelap gulita? Tentu saja kita akan meraba-raba untuk menemukan jalan sambil mengerahkan daya insting. Kita tak tahu jalan untuk keluar, nafas sesak dan kegelisahan mulai menyelimuti.
Tak ada sebersit cahaya yang menyinari tempat kita berada. Sekarang, coba bayangkan bila hidup kita tak disinari oleh cahaya ilahi. Tentu saja kita akan berputar-putar tanpa arah di dalam kegelapan.
“Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya, hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun”. (QS An-Nur: 40)
Saat keadaan di sekitar kita gelap gulita, maka jiwa ini akan gelisah dan kita tak tahu apa yang harus dikerjakan. Beban kerja semakin menumpuk, himpitan ekonomi menghadang langkah kita, lalu tubuh kita bergetar dan semuanya menjadi serba tak beraturan dan serba salah.
Jika hal ini menimpa kita, maka carilah cahaya ilahi agar kita dapat keluar dari kegelapan itu. Bagaimana caranya mencari cahaya ilahi yang akan menerangi hati kita? “dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) dosa yang keji”. (QS Al-Muddassir: 4-5)
Karena itu, mari kita bersihkan pakaian kita. Lihatlah diri kita di cermin, berapa banyak pakaian kesombongan, pakaian riya, pakaian dengki, pakaian takabur yang kita kenakan.
Pakaian itu kita perindah dengan segala macam asesoris seperti lalai mengingat Allah Subhanahu wata’ala, tidak pernah bersedekah, merasa berat untuk pergi umroh atau haji dan lain sebagainya. Maka, bersihkanlah segala macam pakaian lengkap dengan asesorisnya tersebut. Setelah itu usahakanlah untuk tak mengenakan pakaian itu untuk selamanya.
Selanjutnya tengoklah hati kita, rasakan cahaya ilahi mulai masuk ke dalam relung hati kita yang paling dalam. “Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang dikehendaki”. (QS An Nur: 35).
Kumpulkan cahaya ilahi itu mulai dari sekarang, hari ke hari hingga hari kiamat nanti kita berdoa. “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At Tahrim: 8)