@ Cecep Y Pramana
Apa mimpimu? Lebih dari apa pun, apa yang ingin kamu capai dalam hidupmu? Dan mengapa? Kita begitu terperangkap dalam aktivitas sehari-hari, “urusan” kehidupan, sehingga kita biasanya lupa untuk mencari dan menghargai substansi kehidupan yang sebenarnya.
Apa mimpimu? Apakah kamu tahu? Ya, kamu punya satu. Kamu mungkin sudah memilikinya sejak kecil. Saat kita masih anak-anak, mimpi datang dengan mudah. Segala sesuatu mungkin terjadi dan kita tidak dibatasi oleh pikiran sempit yang dibawa oleh pengalaman. Setiap anak memiliki mimpinya masin-masing.
Dan kemudian “kenyataan” datang. Tanggung jawab. Keputusan. Berusaha menyenangkan dan mengesankan orang lain. Sedikit demi sedikit, seiring bertambahnya usia, dunia mulai menutupi mimpi kita. Lapisan demi lapisan lumpur dan puing-puing menumpuk di atas mimpi kita sampai akhirnya kita tidak lagi tahu bahwa mimpi itu ada di sana.
Tetapi mimpi itu ada. Mimpi itu terkubur dalam-dalam, tetapi mimpimu ada di sana. Dan terkadang kita terhubung dengan mereka, meskipun hanya sesaat. Kita melihat sesuatu, mendengar sesuatu, mencium aroma dari masa lalu. Kenangan dan keinginan terdalam kita tidak pernah benar-benar hilang, hanya tersimpan menunggu momen untuk “terbangun” kembali.
Mimpi kita kembali sejenak dan kita merasakan penyesalan yang mendalam karena tidak pernah mewujudkannya. Kemudian sesuatu yang “lebih penting” datang dan mimpi itu hilang lagi. Karena mimpi tanpa aksi hanyalah khayalan dan hidup yang hambar tanpa gairah tak memiliki arah.
Apakah kita hidup untuk uang? Apakah kita hidup untuk kesenangan? atau apakah kita hidup untuk menuju kepada-Nya? Serta apakah kita juga telah mengambil jalan pintas dan membiarkan diri kita hidup untuk mimpi orang lain? Gali lebih dalam dan terhubunglah dengan mimpi hidup kita. Miliki mimpi dan kita akan memiliki kehidupan yang penuh dan bermanfaat. Bismillah…
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana