Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

[5 Ramadhan] Sahur, Sunah yang Membawa Berkah

Posted on 23 February 202617 March 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

Sahur sering dianggap rutinitas biasa. Padahal di balik waktu yang sunyi ini, tersimpan kekuatan besar. Sahur bukan sekadar makan sebelum fajar. Ia adalah sunah. Ia adalah doa yang hidup. Ia adalah bentuk kasih sayang Allah Subhanahu wata’ala kepada hamba-Nya.

Sahur adalah momen jeda. Jeda dari hiruk pikuk dunia, jeda untuk menata niat dan jeda untuk menguatkan langkah sepanjang hari puasa. Puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar. Ia tentang ketaatan yang sadar. Sahur menjadi pintu awalnya. Ketika seseorang bangun di waktu sahur, maka ia sedang memilih taat saat orang lain terlelap.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar”. (QS. Al-Baqarah: 187). Ayat ini menegaskan bahwa sahur adalah bagian dari aturan ilahi. Ia bukan kebiasaan budaya. Ia adalah sebuah tuntunan. Saat kita mengikuti tuntunan ini, maka ketaatan akan tumbuh secara perlahan namun kuat.

Bangun sahur melatih disiplin. Tidak mudah bangun saat tubuh ingin terus beristirahat. Namun, justru di situlah latihan jiwa dimulai. Jiwa yang terbiasa melawan malas akan lebih siap menghadapi tantangan siang hari.

Bagi mereka yang hidup cepat dan penuh distraksi, maka sahur mengajarkan jeda sadar. Tidak tergesa. Tidak reaktif, karena ada waktu untuk duduk. Minum air, dan mengatur napas. Menguatkan niat puasa karena Allah Subhanahu wata’ala. Kebiasaan kecil ini akan berdampak besar. Ia membentuk mental yang konsisten. Mental yang tidak mudah menyerah.

Sahur, Keberkahan yang Dijanjikan Rasulullah SAW

Sahur bukan hanya bernilai fisik. Ia sarat berkah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan”. (HR Bukhari dan Muslim)

Keberkahan dalam sahur ini mencakup banyak hal. Kekuatan tubuh, ketenangan hati, kejernihan pikiran, bahkan keberkahan waktu. Sering kali satu piring sederhana di waktu sahur memberi energi lebih besar daripada makan berlimpah ruag tanpa niat.

Sahur dan doa yang Mustajab

Waktu sahur berdekatan dengan sepertiga malam terakhir. Waktu ini dikenal sebagai waktu doa yang didengar. Allah Subhanahu wata’ala akan membuka pintu ampunan, dan Allah Subhanahu wata’ala juga mendekat kepada hamba-Nya.

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wata’ala memuji orang-orang yang memanfaatkan waktu ini: “Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun”. (QS. Adz-Dzariyat: 18). Sahur bukan hanya soal mengisi perut. Ia adalah kesempatan berbicara dengan Allah Subhanahu wata’ala tanpa gangguan.

Doa di waktu sahur lahir dari hati yang jujur. Tidak dibuat-buat, dan tidak terburu-buru. Sahur juga bisa menjadi ruang pemulihan batin. Puasa tanpa niat adalah rutinitas kosong. Sahur membantu menjaga kesadaran niat. Saat bangun sahur, kita kembali mengingat tujuan puasa. Bukan sekadar menahan makan. Tapi mendidik diri juga menyucikan hati.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membedakan puasa umat Islam dengan puasa umat lain melalui sahur. Ini menegaskan identitas juga makna. Bahwa Islam mengajarkan keseimbangan. Sahur tidak harus mewah, tidak harus berat. Sedikit makanan, juga air putih dan kurma. Semua cukup bila disertai niat yang benar karena Allah Subhanahu wata’ala.

Kesederhanaan justru menjaga tubuh tetap ringan dan fokus. Yang terpenting adalah kehadiran hati. Duduk sejenak bersama keluarga, sahabat, komunitas. Mengucap basmalah dan mengingat Allah Subhanahu wata’ala. Dan itu sudah lebih dari cukup.

Keajaiban sahur tidak berhenti hanya di bulan Ramadhan. Ia melatih pola hidup, bangun lebih awal. Menghargai waktu dan memulai hari dengan penuh kesadaran. Jika sahur dijalani dengan cinta, maka puasa akan terasa lebih ringan. Hari terasa lebih terarah dan jiwa terasa lebih dekat dengan Allah Subhanahu wata’ala.

Sahur adalah sunah yang sederhana namun dalam maknanya. Ia mengajarkan taat dalam sunyi. Kuat dalam diam serta ikhlas tanpa sorotan. Di waktu sahur, Allah Subhanahu wata’ala menurunkan berkah-Nya.

Tinggal kita yang memilih untuk bangun dan menyambutnya. Sahur bukan sekadar makan di dini hari, melainkan sumber keberkahan fisik dan spiritual yang dahsyat. Karena itu, jangan remehkan sahur. Di sanalah keajaiban dimulai. Wallahua’lam bishawab.

0Shares
Category: Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 0
  • 4,295
  • 1,090,959
  • 2,511

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme