Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

[19 Ramadhan] Al-Qur’an Penyelamat di Hari Kiamat

Posted on 9 March 202617 March 2026 by ceppangeran

@ Cecep Y Pramana

Hidup berjalan cepat, target datang silih berganti, tuntutan pekerjaan, keluarga, dan mimpi pribadi sering membuat hati ini menjadi lelah. Di tengah semua itu, ada satu pegangan yang tidak pernah berubah, yaitu Al-Qur’an. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk menjadi cahaya hidup, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga sebagai penyelamat di hari kiamat.

Hari kiamat adalah hari yang pasti. Allah Subhanahu wata’ala menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa setiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak ada jabatan, tidak ada harta dan juga tidak ada pengaruh. Semua berdiri sendiri di hadapan Allah Subhanahu wata’ala. Dalam situasi itulah, kita sangat membutuhkan penolong. Dan Al-Qur’an hadir sebagai syafaat bagi orang yang dekat dengannya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya”. (HR Muslim)

Al-Qur’an bukan sekadar bacaan rutin, ia akan datang dan akan membela bahkan menjadi saksi bahwa kita pernah membukanya, membacanya, menghafalnya, dan berusaha mengamalkannya. Dan ketika manusia panik menanti keputusan, maka Al-Qur’an berdiri sebagai penolong kita.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil”. (QS Al-Baqarah: 185)

Fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk. Petunjuk bukan hanya untuk sukses dunia, tetapi petunjuk untuk selamat sampai akhirat. Ia memberi arah saat kita bingung, menguatkan saat kita goyah dan mengingatkan saat kita lalai.

Namun sering kali, kedekatan dengan Al-Qur’an tertunda karena kesibukan, lelah, menunda membaca, bahkan tidak sempat. Padahal justru di fase inilah kita butuh fondasi kuat. Al-Qur’an bukan beban tambahan, karena ia adalah sumber ketenangan batin.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban”. (QS Az-Zukhruf: 44)

Kemuliaan itu nyata dan orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Bahkan dalam hadits disebutkan bahwa derajat seseorang di surga akan ditentukan oleh ayat yang ia baca dan amalkan. Semakin banyak ia menghidupkan Al-Qur’an, maka semakin tinggi kedudukannya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia. Betapa tinggi nilainya di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Bagi yang masih terbata-bata pun tidak perlu minder. Dalam hadits disebutkan ia mendapat dua pahala, yaitu pahala membaca dan pahala kesungguhan.

Al-Qur’an juga akan menjadi pembeda di hari kiamat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa Surah Al-Baqarah dan Ali Imran akan datang seperti dua awan atau dua naungan yang membela pembacanya. Bayangkan perlindungan itu saat matahari didekatkan dan manusia tenggelam dalam keringat ketakutan.

Hidup ini sementara, dan dunia tidak pernah benar-benar memuaskan. Target satu tercapai, maka akan muncul target baru berikutnya. Harta terkumpul, lalu muncul kekhawatiran lain. Namun kedekatan dengan Al-Qur’an akan memberi rasa cukup karena ia menanamkan kesabaran dan rasa syukur. Al-Qur’an membimbing kita melihat hidup dengan sudut pandang akhirat.

Mulailah dengan langkah kecil, yaitu membaca Al-Qur’an satu halaman sehari. Sepuluh menit setelah subuh, lima ayat sebelum tidur. Konsisten lebih penting daripada banyak tapi jarang. Jadikan Al-Qur’an teman perjalanan, bukan hanya hiasan di rak yang jadi kusam dan penuh debu.

Di hari ketika semua orang mencari pertolongan, maka Al-Qur’an akan berkata kepada Allah Subhanahu wata’ala bahwa hamba ini dahulu menjaganya. Ia membaca di saat sunyi, berusaha memahami dan mencoba mengamalkan. Dan dengan izin Allah Subhanahu wata’ala, maka Al-Qur’an menjadi penyelamat.

Tidak ada yang tahu kapan hidup berakhir, tetapi kita tahu apa yang bisa kita persiapkan. Maka dekatlah dengan Al-Qur’an hari ini. Buka mushafnya, baca dengan hati dan perlahan, lalu resapi maknanya, dan amalkan isinya. Semoga ketika hari kiamat tiba, kita termasuk orang-orang yang disambut oleh Al-Qur’an sebagai sahabat yang setia. Sebagai penolong dan sebagai cahaya yang mengantarkan kita menuju rahmat Allah Subhanahu wata’ala. Wallahua’lam bishawab.

0Shares
Category: Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 1
  • 4,295
  • 1,090,959
  • 2,511

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme