@ Cecep Y. Pramana
Ada fase dalam hidup ini ketika manusia merasa lelah dengan semuanya. Pikiran penuh, hati terasa sempit, dan langkah kaki tetap berjalan, tetapi jiwa ini terasa kosong. Di saat seperti itu, sering kali kita sadar bahwa tidak semua hal di dunia mampu memberi ketenangan yang benar-benar menetap.
Kadang kita terlalu sibuk mengejar banyak hal, sampai lupa menjaga hubungan dengan Allah Subhanahu wata’ala. Terlalu fokus memperbaiki urusan dunia, tetapi membiarkan hati ini perlahan menjauh dari Sang Pencipta, Allah Azza Wa Jalla.
Padahal, sejauh apa pun langkah seseorang melangkah, maka hatinya tetap membutuhkan tempat untuk pulang. Dan sebaik-baik tempat kembali adalah Allah Subhanahu wata’ala. Balik lagi ke Allah Subhanahu wata’ala bukan berarti menunggu hidup hancur terlebih dahulu.
Bukan pula karena merasa sudah paling baik dan suci. Justru karena itu adalah kesadaran bahwa manusia selalu membutuhkan petunjuk, ampunan, dan kasih sayang-Nya setiap hari. Saat kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala, maka hati ini selalu belajar menerima hidup dengan lebih lapang.
Tidak semua hal harus berjalan sempurna, dan tidak semua keinginan harus terpenuhi. Karena ada keyakinan bahwa Allah Subhanahu wata’ala lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala juga berarti mulai memperbaiki hal-hal kecil yang sering terlupakan.
Menjaga salat dengan lebih sungguh-sungguh. Membiasakan doa di tengah kesibukan. Membaca Al-Qur’an walau hanya beberapa ayat. Menahan lisan, memperbaiki sikap, dan menjaga hati agar tidak mudah keras. Perjalanan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala bukan tentang menjadi manusia tanpa dosa.
Tetapi tentang terus belajar bangkit setiap kali jatuh, terus melangkah meski perlahan, dan tidak lelah mengetuk pintu rahmat-Nya. Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah menutup jalan bagi hamba yang ingin kembali. Sebesar apa pun kesalahan seseorang, rahmat Allah Subhanahu wata’ala selalu lebih luas.
Terkadang, yang dibutuhkan hati bukan jawaban atas semua masalah, tetapi keyakinan bahwa Allah Subhanahu wata’ala selalu ada di setiap proses kehidupan. Maka ketika hidup terasa berat, ketika hati mulai jauh dari tenang, jangan terlalu lama sibuk mencari pelarian.
Balik lagi ke Allah Subhanahu wata’ala. Karena hati yang kembali kepada-Nya akan menemukan arah, harapan, dan ketenangan yang tidak mudah hilang. Masya Allah, sebuah pengingat yang sangat indah dan menyejukkan. Kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala memang adalah sebaik-baiknya tempat bersandar.
Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep y pramana