@ G24 – Agus Suyono, Erus Ruswandi, Iman Suwandi, Muhammad Sopari
Setiap pergantian tahun baru Islam (1 Muharram) adalah momen refleksi dan evaluasi diri umat Muslim. Momen yang identik dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam ini selalu mengundang kita untuk berhenti sejenak.
Pergantian menuju tahun baru Islam 1448 H yang jatuh pada 16 Juni 2026 ini bukan untuk menghitung berapa usia yang telah bertambah, tetapi untuk merenungkan ke mana arah kehidupan ini sedang berjalan. Muharram hadir bukan sekadar sebagai penanda datangnya tahun baru dalam kalender Hijriah.
Tetapi lebih dari itu, ia membawa pesan yang jauh lebih dalam. Muharram mengingatkan kita tentang sebuah peristiwa besar yang mengubah perjalanan sejarah Islam, yaitu hijrah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah.
Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat. Hijrah adalah perpindahan arah, perpindahan dari kondisi yang membatasi menuju ruang yang memungkinkan tumbuhnya kebaikan, perpindahan dari ketakutan menuju harapan, dan perpindahan dari tekanan menuju perjuangan yang lebih bermakna.
Karena itu, setiap kali bulan Muharram datang, maka sesungguhnya kita sedang diajak untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah hidup kita sudah bergerak menuju arah yang lebih baik? Karena tidak sedikit orang yang sibuk berjalan, tetapi lupa menentukan tujuan.
Hari-harinya penuh aktivitas, jadwalnya padat, pekerjaannya terus bertambah, tetapi hatinya tidak benar-benar tahu ke mana semua itu akan bermuara. Kesibukan tidak selalu berarti kemajuan, dan kecepatan tidak selalu berarti berada di jalan yang benar.
Seseorang yang berjalan cepat ke arah yang salah tetap akan semakin jauh dari tujuan yang seharusnya dicapai. Dan bulan Muharram mengajarkan pentingnya menata ulang arah sebelum melangkah lebih jauh. Mungkin selama ini kita terlalu fokus mengejar pencapaian, tetapi kurang memperhatikan ketenangan hati.
Kita terlalu sibuk membangun karier, tetapi kurang menghadirkan waktu berkualitas untuk keluarga. Kita begitu giat memenuhi kebutuhan dunia, tetapi mulai mengabaikan kebutuhan ruhani yang menjadi sumber kekuatan jiwa.
Pergantian tahun Hijriah dari 1447 ke 1448 Hijriah (Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H) bertepatan dengan tanggal 16 Juni 2026. Karena pergantian hari dalam kalender Islam dimulai saat Maghrib, malam pergantian tahun akan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026.
Pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi yang jujur. Apa yang telah kita lakukan selama setahun terakhir? Kebaikan apa yang sudah tumbuh? Kebiasaan apa yang perlu diperbaiki? Dan tujuan hidup seperti apa yang ingin kita perjuangkan pada tahun yang akan datang?
Muharram mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keputusan yang tulus. Sebagaimana hijrah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bukan perjalanan yang mudah, perubahan dalam hidup kita pun sering kali membutuhkan keberanian.
Keberanian untuk meninggalkan kebiasaan yang tidak baik.
Keberanian untuk memperbaiki hubungan yang renggang.
Keberanian untuk meminta maaf dan memberi maaf.
Keberanian untuk belajar kembali setelah merasa tertinggal.
Keberanian untuk mendekat kepada Allah Subhanahu wata’ala setelah sekian lama disibukkan oleh urusan dunia. Hijrah sejati sering kali tidak terlihat oleh manusia, karena ia terjadi di dalam hati. Ketika seseorang mulai mengubah niatnya hanya karena Allah Subhanahu wata’ala.
Ketika ia memilih kejujuran di tengah peluang untuk berbuat curang. Ketika ia tetap berbuat baik meskipun tidak mendapat penghargaan. Ketika ia tetap menjaga ibadah di tengah kesibukan yang padat. Maka di situlah hijrah menemukan maknanya.
Muharram juga mengingatkan bahwa kehidupan ini adalah sebuah perjalanan panjang. Setiap hari adalah langkah, setiap keputusan adalah arah, dan setiap pilihan akan menentukan ke mana kita akan sampai. Karena itu, jangan hanya bertanya tentang apa yang ingin dicapai tahun ini. Tanyakan juga, pribadi seperti apa yang ingin kita menjadi.
Jangan hanya menyusun target tentang apa yang ingin dimiliki atau dicapai. Susun pula target tentang nilai-nilai apa yang ingin ditumbuhkan dalam diri. Sebab, keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari apa yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga dari siapa diri kita saat mengumpulkannya.
Muharram juga mengajak kita untuk kembali menata ‘kompas kehidupan’. Menguatkan niat, memperbaiki langkah, membersihkan hati dari kesombongan, iri hati, dan prasangka buruk. Menghidupkan kembali semangat ibadah, semangat belajar, semangat berbagi, dan semangat menjadi manusia yang lebih bermanfaat.
Tahun yang baru tidak otomatis membuat hidup menjadi lebih baik. Namun tekad yang baru, niat yang lebih lurus, dan langkah yang lebih terarah dapat menjadikan hidup jauh lebih bermakna. Pergantian tahun hanyalah perubahan angka di kalender, tetapi niat yang tulus dan langkah strategis adalah kunci utama untuk menciptakan perubahan yang nyata dan bermakna.
Semoga Muharram tahun ini bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah, tetapi menjadi momentum untuk memperbarui iman, memperbaiki diri, dan menata ulang arah perjalanan hidup menuju ridha Allah Subhanahu wata’ala.