@ Cecep Y Pramana
Ada masa ketika hidup terasa lapang. Ada pula masa ketika semuanya terasa berat. Penghasilan mungkin tidak sebanyak dulu. Rencana tidak berjalan sesuai harapan. Ada masalah yang datang berturut-turut. Ada kesedihan yang tidak selalu bisa diceritakan kepada orang lain.
Dalam keadaan seperti itu, kita sering merasa bahwa yang paling dibutuhkan adalah sesuatu yang besar untuk mengubah keadaan. Padahal, terkadang yang perlu kita jaga justru hal-hal sederhana. Ada tiga hal yang semestinya tidak kita tinggalkan, sesulit apa pun keadaan yang sedang kita hadapi, diantaranya:
1. Tetap Bersedekah, Walaupun Sedikit
Sedekah bukan hanya untuk orang yang memiliki banyak. Ketika memiliki kelapangan, kita bersedekah. Ketika sedang terbatas, kita tetap berusaha berbagi sesuai kemampuan. Tidak harus besar. Bisa berupa uang yang kita sisihkan. Makanan yang kita berikan. Bantuan yang kita ulurkan.
Ilmu yang kita bagikan. Bahkan kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas tetap memiliki nilai di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39).
Sedekah mengajarkan kita satu hal penting: Jangan sampai kesulitan membuat hati kita berhenti peduli.Boleh jadi kita sedang membutuhkan pertolongan, tetapi ada orang lain yang kebutuhannya lebih mendesak.Berbagi dalam keterbatasan bukan berarti kita tidak memiliki masalah. Justru di situlah keikhlasan diuji Allah Subhanahu wata’ala.
2. Tetap Tersenyum, Walaupun Hati Sedang Sedih
Senyum bukan berarti kita tidak memiliki masalah. Senyum juga bukan berarti kita harus berpura-pura bahagia. Ada kalanya seseorang tersenyum sambil menyimpan banyak hal yang tidak diketahui orang lain. Tetapi senyum yang tulus dapat menjadi bentuk kebaikan.
Ia membuat orang lain merasa diterima. Ia membuat suasana menjadi lebih ringan. Dan terkadang, senyum sederhana menjadi cara kita mengatakan kepada diri sendiri: “Saya memang sedang menghadapi kesulitan, tetapi saya tidak ingin kesulitan ini mengambil seluruh kebaikan dalam diri saya.”
Kita boleh sedih, boleh lelah, boleh juga menangis. Tetapi jangan biarkan kesedihan membuat kita kehilangan kelembutan kepada orang lain. Sebab kekuatan bukan berarti tidak pernah sedih. Kekuatan adalah tetap memilih kebaikan meskipun hati sedang tidak baik-baik saja.
3. Tetap Berbaik Sangka kepada Allah SWT
Inilah yang paling penting. Ketika doa belum dikabulkan sesuai waktu yang kita inginkan, jangan buru-buru menganggap Allah Subhanahu wata’ala tidak mendengar. Ketika rencana gagal, jangan langsung menyimpulkan bahwa hidup sedang menghukum kita. Ketika jalan terasa tertutup, jangan kehilangan keyakinan bahwa Allah Subhanahu wata’ala mengetahui jalan yang tidak kita ketahui.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Kita hanya melihat satu bagian kecil dari kehidupan, maka Allah Subhanahu wata’ala mengetahui keseluruhannya. Kita melihat hari ini, maka Allah Subhanahu wata’ala mengetahui hari esok. Kita melihat masalah, maka Allah Subhanahu wata’ala mengetahui hikmah yang mungkin belum kita pahami.
Karena itu, ketika hidup sedang berat, tetaplah berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wata’ala. Bukan berarti kita pasif, bukan berarti kita berhenti berusaha. Justru husnudzan (berprasangka baik) kepada Allah membuat kita tetap mampu berikhtiar tanpa kehilangan harapan.
Berusaha sekuat tenaga, berdoa setulus hati. Kemudian serahkan hasilnya kepada Allah Subhanahu wata’ala. Jangan biarkan kesulitan mengubah hati. Pada akhirnya, ujian hidup bukan hanya tentang seberapa berat masalah yang kita hadapi. Ujian juga tentang siapa diri kita setelah melewatinya.
Apakah kita menjadi lebih dekat kepada Allah? Apakah kita menjadi lebih peduli kepada sesama? Apakah kita menjadi lebih sabar? Apakah kita masih mampu bersyukur? Apakah hati kita masih mampu berharap kepada Allah?
Maka, sesulit apa pun keadaan yang sedang kita hadapi, jagalah tiga hal ini: Tetaplah bersedekah, meskipun sedikit. Tetaplah tersenyum, meskipun hati sedang diuji. Dan tetaplah berbaik sangka kepada Allah, meskipun jalan hidup belum sesuai harapan. Karena boleh jadi, ujian yang sedang kita jalani bukan sedang menjauhkan kita dari Allah Subhanahu wata’ala.
Justru melalui ujian itu, Allah Subhanahu wata’ala sedang mengajarkan kita cara untuk lebih dekat kepada-Nya. Jangan biarkan kesulitan mengambil sedekah dari tangan kita, senyum dari wajah kita, dan husnudzan dari hati kita. Tetaplah berbuat baik, tetaplah selalu berharap, dan tetaplah berjalan. Karena Allah Subhanahu wata’ala bersama orang-orang yang sabar. Bismillah.