Ada Luka yang Cukup Allah yang Mengetahui

@ Cecep Y Pramana

Tidak semua luka harus diceritakan kepada manusia. Ada kesedihan yang terlalu dalam untuk dijelaskan. Ada perjuangan yang sulit dirangkai menjadi kata-kata. Ada masa ketika kita hanya mampu tersenyum di hadapan orang lain, sementara di dalam hati sedang berusaha kuat untuk tetap bertahan.

Tidak apa-apa. Kita tidak harus menjelaskan semuanya kepada semua orang. Ada tempat paling tenang untuk membawa segala beban itu: sujud di hadapan Allah Subhanahu wata’ala. Di sana, kita tidak perlu menyusun kalimat dengan sempurna. Tidak perlu terlihat kuat. Tidak perlu menyembunyikan air mata.

Ceritakan saja kepada Allah Subhanahu wata’ala apa adanya. Tentang lelah yang selama ini kita tahan. Tentang kecewa yang belum selesai. Tentang kehilangan yang masih terasa. Tentang doa yang belum menemukan jawaban. Tentang ketakutan yang tidak pernah kita ceritakan kepada siapa pun.

Allah Subhanahu wata’ala memahami semuanya. Bahkan sebelum kata-kata keluar dari lisan, Dia telah mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat nadinya.” (QS. Qaf: 16).

Karena itu, ketika dunia terasa terlalu ramai dan hati terasa terlalu penuh, kembalilah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Mungkin manusia tidak memahami mengapa kita menangis. Tetapi Allah Subhanahu wata’ala tahu. Mungkin manusia tidak mengerti mengapa kita memilih diam. Tetapi Allah Subhanahu wata’ala tahu.

Mungkin tidak ada seorang pun yang melihat betapa kerasnya kita berusaha untuk tetap bertahan. Tetapi Allah Subhanahu wata’ala melihat semuanya. Dan jangan mengira bahwa membawa kesedihan kepada Allah Subhanahu wata’ala berarti kita lemah.

Justru di situlah kekuatan seorang hamba. Ia tahu bahwa dirinya memiliki tempat untuk kembali ketika tidak lagi sanggup menjelaskan apa yang dirasakan. Maka, jika hari ini hatimu sedang berat, tidak perlu memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja di hadapan semua orang.

Ambillah waktu untuk bersujud. Ceritakan semuanya kepada Allah Subhanahu wata’ala. Menangislah jika memang perlu. Berdoalah dengan jujur. Mintalah kekuatan, bukan hanya jalan keluar. Sebab terkadang, sebelum Allah Subhanahu wata’ala mengubah keadaan, Dia terlebih dahulu menguatkan hati kita untuk melewati keadaan itu.

Ada luka yang tidak perlu diketahui semua orang. Cukup Allah Subhanahu wata’ala yang mengetahui betapa beratnya kamu bertahan. Dan selama Allah Subhanahu wata’ala masih menjadi tempat kita kembali, selalu ada alasan untuk berharap.

Semoga setiap air mata yang jatuh dalam sujud menjadi saksi bahwa kita pernah lemah, tetapi memilih untuk tetap percaya kepada-Nya. Sujud adalah tempat paling aman untuk menumpahkan segala lelah. Di dalam sujud itulah kita merasa paling lemah, namun justru di sanalah kita menemukan kekuatan yang paling besar dari-Nya. Bismillah.

2Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *