Perjalanan Ruhani ke Tanah Suci, Jakarta-Jeddah (1)

Tepat pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat, saya bersama istri, Pak Slamet (tetanggaku yang juga ikut ibadah umrah) serta istri dan dua anak beliau, Hisyam dan Fauzan, berangkat menggunakan mobil tetangga yang baik hati, Pak Tata Sutardi yang telah menyediakan mobil dan supirnya.

Kami pun berangkat. Dengan mengucap doa perjalanan, mobil yang kami tumpangi meluncur menuju terminal 3-1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tiba pada pukul 11.40 WIB.

Perjalanan umrah kami di handle travel PT Al Marhamah Karunia Utama (MKU-NRA Group) tour and travel yang melayani haji dan umrah. Setiba di bandara, kami bergabung dengan jamaah umrah MKU (NRA Group) yang lain, sehingga total rombongan NRA Group yang akan berangkat menuju tanah suci pada hari Sabtu, 25 November 2017 berjumlah 235 jamaah.

Selepas shalat zuhur, saya bersama rombongan lain dari MKU langsung masuk ke dalam untuk check and ricek, bertemu panitia dari NRA Group untuk meminta paspor masing-masing serta makan siang.

Selama sekitar dua jam kami bersama rombongan NRA Group berkumpul di ruang tunggu sejak pukul 13.00 WIB, pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA 982 berangkat pukul 17.15 WIB (Local Time) dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten langsung menuju Bandara Jeddah di Mekkah.

Begitu naik ke dalam pesawat Garuda Indonesia itu, rombongan berpikir kegiatan apa yang akan dilakukan untuk ‘membunuh’ rasa bosan dalam perjalanan ibadah umrah ini. Bisa dibayangkan, selama 9-10 jam hanya duduk di dalam pesawat Boeing 777 Garuda Indonesia.

Yang pasti, kami semua rombongan MKU (PKPU-IZI-CMN) sudah merancang sejak dari awal, bahkan sejak beberapa hari menjelang keberangkatan ibadah umrah yaitu tilawah Alquran, membaca buku berisi doa umroh, zikir dan tentunya istirahat tidur.

Begitu berada di dalam pesawat Boeing 777 yang merupakan pesawat dengan kapasitas sekitar 400-500 tempat duduk yakni 22 tempat duduk kelas bisnis dan 400-san tempat duduk kelas ekonomi ini, kami semua langsung mencari tempat duduk masing-masing.

Ada yang sibuk bertanya kepada pramugari, ada juga yang langsung mencari lokasi tempat duduknya berada. Saya pun dapat teman duduk bersama Pak Kiki Rezeki dan Maslutfin. Kami bertiga membuka tas kecil dari MKU dan mengambil sebuah buku doa, buku dzikir dan mushaf Alquran.

Tak lama setelah pesawat tinggal landas, saya bersama rombongan satu persatu membaca Alquran, sekaligus shalat jamak qashar maghrib dan isya sebagai bagian dari aktifitas seorang muslim.

Menempuh perjalanan 9 hingga 10 jam cukup melelahkan. Bersyukur, diatas pesawat kami mendapat 2 kali makan besar, hingga akhirnya pesawat Garuda Indonesia yang kami tumpangi tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis, kota Jeddah pukul 23.15 Waktu Saudi Arabia (WAS) atau pukul 02.15 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Terhitung, waktu di Jakarta lebih cepat 4 jam dari pada waktu Jeddah, Mekkah, Arab Saudi. Sekitar 1,5 jam lebih kami berada di imigrasi untuk antri keluar melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Sambil menunggu bagasi, saya bersama beberapa jamaah dari MKU dan ustadz berdiskusi terkait perjalanan ke Madinah.

Setelah hampir 2 jam menunggu di bandara, pukul 01.10 waktu setempat, kami pun keluar dari bandara King Abdul Aziz menggunakan Bus nomor 68 (serta rombongan lain di Bus 67, 69, 70) untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Madinah, yang menempuh waktu selama 5-6 jam.

(Bersambung…)

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com


3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *