Ziarah ke Makam Rasul, Abu Bakar, Umar (4)

Keluar dari Raudhah, saya bersama rombongan masih berdesakan keluar ke arah selatan untuk melakukan ziarah di makam Nabi Muhammad SAW dan 2 sahabat beliau, Abu Bakar Shidiq dan Umar bin Khattab. Salam dan salawat kepada Rasulullah SAW, begitu ramai terdengar dari jamaah yang berziarah.

Saya mulai membaca salawat dan salam untuknya. Yaa Nabi Salam, alaika. Ya Rasul salam, salam alaika. Ya Habib salam, alaika. Shalawatullah, alaika. Allahummasholi wa salim ‘ala Sayyidina Muhammad Wa’ala ‘alihi Sayyidina Muhammad.

Berulang-ulang saya ucapkan sembari berdesakan melewati makamnya. Tak terasa, air mata pun tumpah. Pun tak terkira banyaknya. Ingin sekali saya tetap berada disana, namun para asykar meminta kami semuanya untuk terus berjalan keluar.

Selain Assalamu’alaika Yaa Rasulullah, terdengar juga salam kepada kedua sahabat Nabi, Assalamu’alaika Yaa Aba Bakar, Yaa Umar. Makam Nabi dan dua sahabatnya, berada di sebelah timur yang dikawal 4 orang aparat kepolisian lengkap dengan pakaian dinasnya.

Makam Nabi berada di paling utara atau urutan pertama, disusul Abu Bakar Shidiq dan Umar bin Khattab. Ketiga makam ini dindingnya dipasang jeruji besi berwarna keemasan yang bertuliskan dua kalimat syahadat dan dipenuhi kaligrafi.

Bahkan tidak sedikit peziarah yang harus ditegur aparat kepolisian Arab, karena dinilai terlalu berlebihan dengan berusaha naik dari pembatas besi yang berjarak sekitar satu meter dari dinding jeruji besi makam Nabi untuk memegang sekaligus menciumnya. Selain itu ada juga peziarah yang ditegur karena menangis dengan suara yang cukup keras.

Sambil berjalan keluar, terlihat banyak juga peziarah yang berdoa menghadap kuburan Nabi dan kedua sahabatnya, walaupun membelakangi kiblat. Ada diantara asykar yang melarang dan tidak melarang bagi peziarah yang mengambil film atau foto di depan makam menggunakan camera digital atau Hand Phone (HP).

Termasuk saat saya dan kawan berfoto di depan makam Nabi dan kedua sahabat. Tak terasa, 10 menit lebih saya dan rombongan pandangi makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Shidiq dan Umar bin Khattab, tak terasa mata ini sudah dibasahi air mata.

Akhirnya, saya berjalan ke luar sekitar 3 meter dari makam Nabi dan menghadap ke kiblat untuk salat dua rakaat dan berdoa. Saya, Deni dan Yassir akhirnya selesai lalu keluar untuk mengambil gambar Kubah Hijau, sambil menunggu kawan satu lagi yang masih di dalam, yaitu Pak Kiki Rejeki.

(Bersambung…

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

2Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *