Jabal Rahmah, Cinta Adam dan Hawa Bertemu Kembali (9)

Bukit berbatu di bagian timur Padang Arafah kota Mekkah Arab Saudi ini, konon menjadi saksi abadi sejarah pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa, setelah ratusan tahun berpisah karena diturunkan dari surga.

Begitu informasi yang saya dapatkan dari pembimbing ibadah Umrah, ustadz Iswan dari Travel MKU (NRA Grup) perwakilan Arab Saudi, hari Kamis, 30 November 2017.

Jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang. Sesuai dengan namanya, bukit ini diyakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari syurga oleh Allah selama bertahun-tahun setelah melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi yang terlarang.

Untuk menuju puncak tempat ini, bisa ditempuh sekitar 15 menit dari dasar bukit. Bukit batu ini berada pada ketinggian kurang lebih enam puluh lima meter yang puncaknya menjulang. Di bukit ini terdapat sebuah monumen yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1,8 meter dan tingginya 8 meter.

Di puncak bukit batu ini dibangun tugu guna mengenang peristiwa penting yakni pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa setelah turun dari surga dan dipisahkan Allah SWT sekitar 100 tahun (ada yang mengatakan 200 tahun). Peristiwa pertemuan kedua nenek moyang manusia itu diabadikan setiap tahun, ketika jamaah haji atau umrah melakukan ziarah.

Jabal Rahmah juga diyakini sebagai tempat mustajab dan makbul bagi orang yang memanjatkan doa karena merupakan bagian dari Padang Arafah. Banyak jamaah haji dan umrah yang mendoakan anaknya atau para lajang yang meminta agar cepat mendapatkan jodoh.

Bagi orang yang sudah memiliki pasangan hidup berharap dapat mengarungi rumah tangga hingga ajal memisahkan mereka seperti kisah Nabi Adam dan Hawa. Rombongan juga banyak yang mencoba mendaki Jabal Rahmah yang ternyata juga sudah banyak yang tiba diatas.

Untuk bisa mencapai tugu di Jabal Rahmah, harus naik ke puncak dengan cara menaiki tangga sedikit melingkar yang cukup panjang. Tangga tersebut sengaja dibuat untuk memudahkan jamaah naik menuju tugu yang berbentuk kerucut dengan cat warna hitam di bagian bawah dan warna putih di bagian atas.

(Bersambung…)

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *