Taklukan Citarik Dengan Penuh Semangat (2-habis)

Berangkattttttt…majuuuuuu…teriak kang Andi, juru mudi (guide) dari Selaras Adventure Land memberi aba-aba kepada kami semuanya untuk mendayung. Saatnya menaklukan liarnya arus sungai citarik.

Benar saja, baru beberapa meter perjalanan arung jeram sungai citarik sudah membuat andrenalin langsung naik tajam. Teriakan keras dari peserta lainnya semakin mengencangkan andrenalin.

Sesampai di daerah turunan, perahu bergerak naik turun mengikuti arus sungai yang menerjang di atas bebatuan. Kami pun langsung terpental dari perahu, walaupun masih jatuh diatas perahu.

Spontan saja, semua penumpang, pak Cecep, Nia, Anah dan juga saya langsung berteriak ketika perahu memasuki jeram dan terangkat. Byuuur… semua peserta basah kuyub.

Sungai Citarik ini sungguh menantang. Itulah yang terjadi dengan semua peserta. Beberapa meter kemudian riam semakin tenang, gemercik air juga terdengar tenang membaut hati tenang dan damai.

Sepanjang 5 kilometer kami semua mengarungi sungai Citarik dengan penuh semangat. Kang Andi sebagai pemandu yang mengendalikan perahu kami sebelumnya sudah mengingatkan untuk ektra hati-hati saat melintasi jeram ini.

Batu yang cukup besar berdiri disebalah kanan dan kiri jeram. Di tengah kedua batu inilah perahu yang kami naiki harus melintas. Jeram pertama ini ternyata menyimpan tantangan pertama yang cukup menarik.

Perahu kami terjepit di antara batu-batu besar itu. Tak ayal, derasnya arus air langsung tumpah ke dalam perahu, membuat perahu semakin terbenam kedalam air. Dan kami pun langsung basah kuyup. Seruuu abizzzzz…sambil tertawa semua peserta, perahu pun kembali jalan.

Semuanya, langsung diminta Kang Andi untuk berpegangan erat di tali yang mengelilingi perahu bermerek “Bluelines” itu. Wajah tegang namun penuh tawa langsung nampak di setiap anggota rombongan, tak terkecuali kang Andi, sang pemandu yang hari itu cukup menggoda kami berempat.

“Siapa yang belum basah bajunya,” tanya Kang Andi. Ayooooo mandi basah, yang masih kering bajunya, sahut Kang Andi kembali. Tak jauh dari tempat kami lewat, ada perahu “Tim Rescue” yang berjumlah 3 orang langsung meluncur duluan di depan kami.

Saya yang duduk disebelah kanan dan juga Pak Cecep yang duduk disebelah kiri juga Nia dan Anah langsung berteriak, “Allahu Akbar”. “Mantapp! seru juga nih!”. Siapa yang masih kering bajunya. Perahu yang kami naiki kembali melesat diantara jeram-jeram “dahsyat” lainnya.

Perahu lainnya yang berada di belakang kami juga mengalami hal yang sama, bahkan nyaris terbalik. Tegang dicampur panik, membuat kegiatan arung jeram kali ini begitu asyik dan nikmat jadi satu. Kami juga melewati beberapa jeram lainnya yang cukup terjal.

Kayaknya jarak 5 km terasa begitu cepat berlalu, walaupun panas matahari datang menghadang, namun tidak menghalangi kami untuk menikmati arung jeram.

“Mungkin karena kita enjoy, penuh senyum dan tawa jadinya kita bisa menaklukan sungai Citarik ini. Tiba-tiba kok sudah sampai lokasi finish, padahal lagi seru-serunya,” kata saya yang diaminkan peserta lainnya.

Mungkin karena semuanya senang berarung jeram, jadi tidak terasa sudah selesai. Bisa jadi juga karena arusnya yang cukup kencang jadi cepat tiba di lokasi. Ahh pokoknya mah enak banget deh, rasanya ingin terus berada di sungai Citarik.

Jalur yang ditempuh rombongan banyak dipenuhi bebatuan besar. Selain itu, adanya biawak yang cukup besar juga menambah serunya arung jeram. Kami semua menikmati deras dan kencangnya arus Citarik.

Menikmati segar dan asiknya hempasan air, juga dari bebatuan yang ada di sungai Citarik, apalagi ditambah sejuknya gemercik air yang membasahi tubuh kami semuanya.

Pada akhirnya, kami semua merasa bahwa arung jeram di citarik ini, sensasi yang diberikan benar-benar luar biasa. Setelah naik ke tepi sungai, kami semua disuguhi kelapa muda. Saat, sedang menikmati kelapa muda, banyak canda dan tawa bahkan ledekan dari perahu lainnya.

Terutama Pak Elmo yang saat berhenti, meluncur sendirian di tengah arus yang cukup deras. Ada yang menolong Pak Ricky, ada yang hanya melihat saja karena jauhnya jangkauan, hingga ada yang hanya tertawa melihat temannya sendiri terbawa arus. Itulah kehidupan nyata..

Ternyata kedatangannya ke RockLand Selaras Adventure Land ini tidak sia-sia, karena kegiatan rafting ini bisa jadi miniatur kehidupan nyata kita sehari-hari.

Sedangkan Pak Bukhori, driver mobil 1 tidak bisa ikut bersama berarung jeram di Citarik. Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada juru mudi atau pemandu (guide) dari Selaras Adventure Land, masing-masing kang Andi, kang Batak dan kang Cimonk.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana

2Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *