Menjadi Seorang Muslimah ‘Pemberani’

Dalam menjalankan perannya masing-masing, Seorang muslimah harus berorientasi pada ibadah. Dengan ibadah, maka ia akan membekalinya dengan iman (keikhlasan) dan ilmu.

Kedua bekal tersebut, iman dan ilmu, peran yang dilakukan akan punya nilai pahala dan berkualitas. “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa, Maha pengampun”. (QS Al Mulk: 2)

Dengan sisi kelebihan-kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah SWT, maka seorang muslimah tidak menjadikan dirinya sombong, karena kesombongan hanya akan membawa kepada kegelisahan dan kotornya hati. Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang sombong akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam bentuk debu yang diinjak-injak oleh manusia”. (HR At Tirmidzi)

Ibnu Qoyyim pernah berkata, “Hindari menggunakan tiga kata, dimana ketiga kata itu menunjukkan kesombongan, yaitu: Ana (aku), Li (Kepunyaanku) dan Indi (Milikku, Padaku)

Kata Ana (Aku) dipergunakan oleh (iblis) ketika ia berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS Shad: 76).

Kata Li (Kepunyaanku) dipergunakan oleh Fir’aun ketika ia berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?” (QS Az Zukhruf: 51)

Sedangkan kata Indi (padaku, milikku) dipergunakan oleh Qorun ketika ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku”. (QS Al Qashash: 78)

Keimanan yang kuat dan benar maka akan menghasilkan keberanian pada diri seorang muslimah. Seorang muslimah berani menanggung konsekuensi dari ketaatannya kepada Allah SWT seperti Summayah, seorang shahabiah, yang syahid karena membela kebenaran.

Keberanian Rasululllah SAW tidak cukup bilangan untuk menghitungnya. Dari awal perjuangannya menegakkan kalimat Allah SWT, di Mekkah hingga di Madinah, hari-hari beliau SAW selalu diselingi dengan jihad. Rasulullah SAW pun selalu berada di barisan terdepan.

Allah SWT berfirman bahwa sumber keberanian adalah keimanan dan istiqomah. “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushilat: 30)

Ibnu Taimiyah mengungkapkan tentang Zuhud. Menurutnya zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan akhirat. Artinya, dalam segala urusan apapun yang kita lakukan harus selalu berorientasi kepada manfaat akhirat. Wallahua’lam

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *