Kasihan, Kebutuhan atau Sebuah Tantangan

Mengapa ketika kita benar-benar membutuhkan lebih banyak bisnis atau usaha, sangat sulit ditemukan; dan ketika kita tidak membutuhkan bisnis atau usaha baru, sepertinya itu datang kepada kita dari segala arah? Siapa pun yang bekerja di posisi penjualan (berjualan) atau menjalankan bisnis, mungkin pernah mengalami hal ini.

Ketika kita memiliki banyak bisnis atau usaha, dan segalanya berjalan dengan baik, maka kita secara alami akan menarik orang untuk berkerja dengan kita. Semua aktivitas kita membangkitkan lebih banyak aktivitas. Kita jadi lebih percaya diri, dan orang-orang yang bekerja dengan kita pasti bisa merasakannya. Tidak ada yang berhasil seperti kesuksesan.

Banyak orang beroperasi dari perspektif kebutuhan. Mereka mencoba menggunakan kebutuhan mereka sendiri, sebagai cara untuk meyakinkan orang untuk melakukan bisnis atau usaha dengan mereka. Itu adalah resep untuk kegagalan. Tidak ada yang mau membeli dari seseorang yang putus asa.

Jangan meminta atau mengharapkan orang untuk mengasihani kita. Mungkin saja kita mendapatkan atau memukan beberapa orang yang mau, tetapi kasihan harus menjadi hal terakhir yang kita inginkan.

Dalam berbisnis atau usaha, Kasihan adalah salah satu hal paling ‘merendahkan’ yang bisa kita alami. Ketika kita menerima belas kasihan, maka kita mengakui kepada diri sendiri dan orang lain bahwa semua harapan itu hilang. Pola pikir semacam itu tidak akan membuat kita jauh.

Kita jauh lebih baik ditantang, daripada dikasihani. Tantangan memaksa kita untuk tumbuh, memotivasi, membangun, menciptakan, dan keunggulan. Tantangan bisa memotivasi. Ini dapat mengajarkan kita keterampilan baru dan membantu kita membuat kontak baru. Dan hal itu akan dapat membangun kepercayaan diri dan kompetensi.

Carilah tantangan, lakukan upaya untuk memenuhi tantangan, dan kita akan segera memiliki lebih banyak bisnis atau usaha daripada yang bisa kita tangani.

Apakah kita sudah siap melakukan bisnis atau usaha di tahun depan. Hanya kita yang mengetahui hal itu. Bisnis atau usaha apa yang akan dijalankan, hanya kita yang punya keinginan yang bisa mengetahuinya. Tetaplah semangat ‘memantik kebaikan’ dengan berbisnis atau usaha yang positif.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

2Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *