Sebuah Doa dan Harapan

ESOK adalah sebuah impian. Sucikan hati jernihkan pikiran. Sambut Tahun Baru 2019 dengan positif dan amal terbaik yang bisa kita berikan. Mari kita selalu bersyukur. Karena tiap detiknya begitu berarti.

Saudaraku, saat pergantian tahun nanti, seringkali kita melihat selebrasi kebanyakan orang-orang yang merayakan. Melihat detik-detik akhir tahun yang lama menuju detik-detik di tahun yang baru.

Limaaa… empaaaat… tigaaaa… duaaaa… satuuuu… horeeee. Selamat tahun baru…!!! Begitu kira-kira semua orang berteriak, bernyanyi, melepas tahun yang lama menuju tahun yang baru. Terompet pun bersahutan satu dengan yang lainnya. Astaghfirullah.

Jika kita amati momen tersebut, ternyata setiap detiknya terasa begitu sangat berharga. Jika kita sudah tak bernyawa, maka jatah usia sudah tidak dipunya dan ditambah, dan ternyata amalan kita masihlah sangat seadanya, sederhana sekali. Bahkan bisa dihitung dengan jari.

Satu detik terasa berharga, setidaknya untuk mengucapkan sesuatu yang bisa membuahkan amal yang besar, amal nyata pribadi untuk kehidupan di akhirat.

Dalam satu detik, kita masih bisa menyebutkan; “Tolong wakafkan tanah saya yang di Bogor”, “Tolong sedekahkan harta saya”, “Mohon saat saya dipanggil Yang Maha Kuasa nanti, harta ini saya sedekahkan untuk mereka-mereka yang khusus menghafalkan Alquran“, “Mohon donasikan dana saya untuk anak yatim” atau bahkan kalimat lainnya yang sungguh dibutuhkan untuk amal persiapan kita di akhirat.

Untuk bekal kita, saat menghadap Allah Subhanallahu Wata’ala, yang Maha Kuasa. Maka tak heran telah disebutkan di dalam Alquran, saat menghadapi waktu penghitungan amal nanti. Semua orang akan merasa sangat menyesal.

Orang yang sudah beramal banyak sekalipun masih tetap menyesal, dirinya merasa kenapa tidak beramal lebih banyak lagi. Orang yang sudah beramal sedikit saja, ia juga menyesal mengapa tidak menginfakkan atau menyedekahkan harta dan perbuatan baik lainnya dengan jumlah yang lebih dan lebih banyak lagi.

Semuanya merasa sangat menyesal. Sangat menyesal sekali. Gambaran dalam kitab suci itu (Alquran) pasti terjadi. Lalu pertanyaannya, mengapa kita masih berpangku tangan melewatkan detik-detik itu terlewati.

Saudaraku, alquran menyebut bahwa kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurau saja. Sehingga kebanyakan manusia terlena dengan segala macam permainan di dunia ini. Meski sebuah permainan, namun hidup di dunia sangat menentukan kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti.

Meskipun hanya sebuah permainan, tetapi kita tetap harus menjalaninya dengan penuh keseriusan, terutama dalam amal-amal kebaikan kita. Perbandingan waktu di dunia dengan akhirat adalah sangat jauh berbeda.

Dibanding waktu akhirat, maka hitungan waktu di dunia hanyalah 1,5 jam saja. Tentu saja dengan waktu yang cukup singkat ini, hanya 1,5 jam saja, maka detik-detik jatah usia yang kita miliki jangan sampai ada sedetik pun yang disia-siakan.

Berharganya waktu harus kita sikapi dengan kesetiaan dan kekokohan dalam beramal kebaikan. Kesetiaan dalam kebaikan harus kita biasakan dan berkomitmen untuk menghalau segala godaan negatif. Yang membuat detik-detik itu menjadi hangus begitu saja, tanpa arti dan tanpa makna yang menyertai.

Kondisi yang lebih parah adalah saat detik-detik itu malah dipenuhi dengan amalan keburukan dan kezhaliman. Buah keburukan itu akan memberikan hasil berupa sajian panasnya api neraka yang sangat membara. Tiap detik begitu sangat berharga, mari kita optimalkan untuk terus perbanyak bekal kepulangan kita. Kampung akhirat, yang kekal selamanya.

Karena setiap detiknya sangat berarti sekali, oleh karena itu mari kita hayati dengan setulus hati dan juga sepenuh jiwa. Sehingga saat kita berpulang nanti, kita pun pulang dengan bersuka hati, penuh senyum kemenangan di kampung akhirat dan Allah Subhanallahu Wata’ala pun ridha kepada kita dan memasukkannya ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Aamiin yaa rabbal alamiin.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *