Muhasabah: Hidup di Dunia Hanya Sementara (1)

Telah datang kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian (dengan dunia) lagi berpaling (dari akhirat)”. (QS Al Anbiyaa (21): 1)

Alangkah beruntungnya siapapun yang saat ini semakin tersentakkan kesadarannya bahwa satu hal yang paling mahal dalam hidup ini ialah ketika mengetahui akan kesementaraan hidup di dunia. Ya, hidup ini hanya satu kali.

Adapun ujung dari perjalanan hidup ini hanyalah salah satu: “Surga atau Neraka”. Sungguh tidak ada yang lain, kecuali salah satu dari tempat kepulangan kita itu. Orang tua, istri, anak-anak, dan siapapun orang-orang yang kita cintai, pun akan menghuni salah satu dari dua: surga atau neraka.

Surga hanya diberikan oleh Allah Azza wa Jalla kepada orang-orang yang ketika hidup di dunia benar-benar menjaga dirinya dengan baik. Dia amat menjaga apapun yang Allah Azza wa Jalla inginkan. Dia amat memelihara apapun yang Allah Azza wa Jalla perintahkan. Ini membuat Allah Azza wa Jalla senang kepada orang tersebut.

Sehingga ketika hidup di dunia hatinya selalu dibahagiakan. Kebutuhannya dicukupi. Kesulitannya dimudahkan. Bahkan Allah Azza wa Jalla akan mendatangkan rizki untuknya dari tempat yang tidak disangka-sangka.

Allah Azza wa Jalla pun membelanya setiap kali orang itu membutuhkan pembelaan. Dia pun mengangkat derajat kemuliaannya, sehingga tidak dapat diruntuhkan oleh siapapun jua. Allah Azza wa Jalla akan membuat dunia ini bertekuk lutut kepadanya dan menghamba meladeninya.

Bila saat ajalnya tiba, maka Allah Azza wa Jalla akan mencabut nyawa orang yang taat penuh dengan keindahan dan kelezatan husnul khatimah. Ketika jasadnya dimasukkan ke lubang kubur, maka kubur itu akan menyambutnya bagaikan seorang ibu yang amat merindukan anaknya yang telah lama tak bersua.

Kubur akan mendekapnya penuh dengan kehangatan dan kemesraan. Tidak ada siksa kubur baginya. Tidak ada padang mahsyar yang menyakitkan. Tidak pula siksa neraka jahannam. Semua itu diberikan khusus kepada siapapun yang ketika hidup yang singkat di dunia ini, ia menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Akan tetapi, Allah Azza wa Jalla pun menyediakan neraka jahannam, yang nyalanya berkobar-kobar dan dinyalakan selama 3000 tahun. Kalau manusia berdiri di atas bara api dunia, maka api itu hanya akan membakar telapak kaki.

Lain lagi api neraka. Bila seseorang manusia berdiri di atas bara api neraka, atau bahkan hanya mengenakan sandal penghuni neraka, maka telapak kaki yang menempel itu akan membuat kepalanya mendidih.

Neraka disediakan bagi orang-orang yang dungu. Orang-orang yang tidak tahu diri. Orang-orang yang tidak sadar bahwa dirinya itu adalah ciptaan Allah SWT, milik Allah dan pasti kembali kepada Allah Azza wa Jalla. Orang-orang yang akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam adalah pengkhianat-pengkhianat dan orang-orang yang dihinakan oleh-Nya karena kelakuannya yang busuk. Nau’udzubillahi min dzaalik!

Kita belum tentu masih bisa hidup lama di dunia ini. Karena itu ada satu hal yang harus kita jaga, jangan banyak cita-cita dan keinginan hidup di alam fana ini. Kecuali satu saja yang hendaknya menjadi kerinduan kita, yakni ingin bisa bertemu dengan Allah Azza wa Jalla.

Tidakkah kita ingin bertemu Allah Azza wa Jalla, yang menciptakan tubuh kita? Berpuluh tahun kita hidup di dunia ini diurus oleh-Nya. Tidak ada sedetikpun, kecuali Allah Azza wa Jalla mengurus tubuh kita setiap saat, walaupun Allah Azza wa Jalla menyaksikan betapa kita selalu mengingkari-Nya.

Tubuh ini disempurnakan oleh-Nya. Rambut ini dibuat begitu indah, lalu ditumbuhkan dan diurus-Nya siang malam. Mata dibuat normal, indah seindah-indahnya dan dipelihara-Nya setiap saat. Dengan kedua mata kita bisa merasakan keindahan dunia ini.

Walaupun Allah mengetahui persis mata kita sering dipakai maksiat. Walaupun Allah Azza wa Jalla mengetahui persis bahwa kita jarang sekali menggunakannya untuk membaca ayat-ayat suci-Nya.

Allah Azza wa Jalla menciptakan telinga kita begitu bagus dan tersusun sangat rapih. Dengan sepasang telinga ini kita bisa mendengar suara orang tua kita. Bisa mendengar guru kita menyampaikan ilmu. Dengan telinga titipan Allah Azza wa Jalla ini derajat kemuliaan kita terangkat di hadapan manusia.

Allah Azza wa Jalla senantiasa mengurus telinga ini setiap saat walaupun Allah Azza wa Jalla mengetahui persis betapa amat jarangnya kita menggunakannya untuk mendengarkan kebenaran. Siapa yang bisa mengurus telinga ini, selain Dia ?

Kita pun dikaruniai mulut dengan segala bagiannya yang disempurnakan dan juga diurus-Nya setiap saat. Lidah kita dibuat sedemikian, sehingga dapat mengecap aneka rasa masakan yang nikmat. Panjang dan ketebalannya diukur dengan tepat oleh-Nya, sehingga kita sanggup berbicara. Lalu, diberi-Nya kita suara yang baik, lain dengan suara hewan.

Allah Azza wa Jalla pelihara mulut ini setiap saat. Diberi-Nya air ludah. Allah Azza wa Jalla jadikan mulut ini benar-benar dalam keadaan yang amat baik sehingga kita bisa berbincang-bincang dengan teman, orangtua dan dengan siapapun sehingga kita dihormati oleh sesama. Kalaupun Allah Azza wa Jalla mengetahui persis mulut ini jarang sekali menyebut nama-Nya.

Malah sebaliknya, yang keluar dari mulut ini hanya kalimat busuk, kalimat maksiat, kalimat sia-sia. Atau, kalimat yang menyakiti hati orang tua, kalimat menghina, meremehkan, memfitnah, serta mencaci maki orang lain. Atau dipergunakan untuk menyenandungkan lagu-lagu yang melalaikan dan tiada manfaat.

Tetapi Allah Azza wa Jalla ternyata Maha Baik. Mulut ini tidak Allah Azza wa Jalla rusakkan. Padahal, apa sulitnya bagi Allah mencabik-cabik mulut ini ? Sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk membuat lidah kita membusuk seketika. Membuat gigi ini remuk atau rahang ini hancur.

Allah Azza wa Jalla selalu mengalirkan darah di tubuh kita. Dikala keletihan, diberi-Nya kita perasaan mengantuk, sehingga kita bisa tidur untuk mengistirahatkan tubuh.

Diberi-Nya kesanggupan untuk memiliki tempat tidur yang empuk dan nyaman, kamar yang terpelihara, selimut yang hangat agar kita tidak kedinginan dan digigit nyamuk. Allah Azza wa Jalla siapkan semua itu untuk kita walaupun jarang sekali setiap menjelang tidur kita teringat akan segala kebaikan-Nya.

Ketika kita terjaga dari tidur dan kita tahu badan kita kotor, perlu dibersihkan. Allah Azza wa Jalla mengetahui persis kebutuhan kita. Dia sediakan kita air yang bening, bersih, dan menyehatkan, setiap hari. Tidak pernah Allah Azza wa Jalla menuntut bayaran atau penggantian apapun dari kita.

Kapan Allah Azza wa Jalla lupa memberikan air kepada kita? Walaupun Allah Azza wa Jalla menyaksikan, mandi saja hampir tidak pernah kita niatkan karena Allah Azza wa Jalla. Wudhu saja kita hampir tidak pernah berkeinginan untuk menyempurnakannya.   ….. (bersambung)

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

4Shares

1 thought on “Muhasabah: Hidup di Dunia Hanya Sementara (1)

  1. Alhamdulillah msh bnyk orang yg mengingatkan tentang kebenaran d dunia ini. Allah pasti membalas nya sesuai dng kebaikan mu. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *