Mengejar Bayangan

Dunia ini ibarat bayang-bayang. Jika dikejar engkau tidak akan dapat menangkapnya. Palingkanlah tubuhmu darinya, dan dia tak punya pilihan lain selain mengikutimu“- (Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah)

Tidak peduli seberapa tekun kita mengejar bayangann, karena kita tidak akan pernah bisa menangkapnya. Semakin cepat kita pergi mengejar, maka semakin cepat bayangan bergerak menjauh dari kita.

Mengikuti keinginan kita dan keinginan jauh adalah seperti mengejar bayangan kita. Bayangan kita datang bukan dari kita sendiri. Jika kita tidak layak untuk menangkapnya, maka kita akan tidak ada nilai.

Bahkan, jika kita penuh modis untuk memiliki semua hal yang dangkal, maka kita begitu sungguh-sungguh mencarinya. Mereka akan benar-benar membawa kita kepada pemenuhan abadi, atau kita hanya akan melihat bayangan lagi dan mulai mengejar itu?

Sebagian besar hal-hal yang kita pikir kita menginginkan adalah hanya bayangan keinginan dan kerinduan kita yang paling bisa dipegang teguh. Jika kita tampaknya akan mengejar bayangan, maka pertimbangkan untuk berbalik dan menghadap cahaya.

Dari pada fokus dengan bayangan sekilas keinginan kita, lebih baik bekerja untuk mengungkap ilusi, dan mengikuti motif dasar dan tujuan dari keinginan musim semi mereka yang dangkal.

Kejarlah substansi keinginan kita daripada mengelak bayangan mereka, dan kita akan menemukan mereka dan melakukan keinginan untuk dapat terpenuhi.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *