Tersenyumlah, Walau Hati Sedang Beku

Tersenyumlah, karena senyuman akan meluluhkan banyak hal. Ia menghangatkan kepalan tangan yang menggigil. Ia menyejukkan dada yang membara.

Tak cukup kita hanya berkata-kata, lebih baik kita meriasnya dengan busana terindah; yaitu senyuman. Tersenyumlah saat bertatap muka, berbicara di telepon dan umum, menulis surat, bahkan saat sedang nge-BLOG dan nge-VLOG sekalipun

Kita akan dikejutkan betapa hebatnya secarik senyuman dapat mengubah diri kita dan orang lain. Senyuman adalah bahasa bibir yang langsung mengetuk hati yang melihatnya.

Entah darimana anak-anak belajar melukis wajah matahari pagi dengan selengkung senyum. Mungkin mereka tahu, segarnya senyuman tak kalah dari segarnya matahari pagi.

Mungkin pula mereka teringat, semasa bayi dahulu, para orangtua rela berjungkir balik atau menampakkan mimik lucu mereka, demi sebuah senyuman tulus seorang bayi.

Atau, mungkin juga anak-anak itu mengajari kita bahwa memulai hari dengan senyuman jauh lebih berharga daripada memikirkan rencana-rencana lain. Cobalah. Tak ada yang salah.

Karena tersenyum adalah sedekah termudah, termurah dan terindah yang bisa kita berikan, maka jangan sembunyikan itu di balik kebekuan hati kita.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *