Menyikapi Uzur Orang Lain

Oleh: Tarwiyah (Bu Awi)

Kita harus memiliki akhlak Islam berkaitan dengan muamalah dengan orang lain. Diantara akhlak Islam yang harus dimiliki oleh diri kita adalah berlapang dada (samahah) dan selalu memberi maaf (al afwu) serta menahan amarah (kazmul ghaiz).

Agar di dalam bermuamalah kita tidak terkejut atau kaget bila bertemu dengan kareakter manusia yang berbeda-beda serta kurang pas karakternya dengan karakter kita.

Kita selalu diingatkan untuk selalu mengambil pelajaran dari para pemimpin, khususnya Rasulullah SAW dan para khalifah pengganti beliau, dimana banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan mereka dalam menghadapi karakter serta perilaku umat serta rakyatnya yang terkadang tidak terlihat sopan.

Sebagai aktifis dakwah, ada baiknya pula kita membaca sejarah-sejarah para ulama dan pembaharu Islam kontemporer. Termasuk buku “mudzakkirat da’wah wad-da’iyah” (buku pegangan dakwah seorang daiyah) yang ditulis Imam Hasan Al Banna.

Didalam buku tersebut, beliau menceritakan seorang al akh yang keluar dari jamaah IM karena kecewa tidak mendapatkan posisi di Syu’bah Ismailiyyah, akan tetapi beliau tetap menghormati dan menghargainya sebagai kawan dan tokoh.

Jadilah seorang pemberani yang besar tanggung jawabnya dan sebaik-baik bentuk keberanian adalah tegas dalam kebenaran dan pandai menyimpai rahasia, mengakui kesalahan, adil terhadap diri dan mampu mengendalikannya ketika sedang marah.

Jadilah seorang yang adil yang mencerminkan kebenaran hukum dalam setiap situasi dan kondisi. Jangan sampai kemarahan kita melalaikan segala kebaikan, keridhaan kita menutupi segala kejelekan, jangan sampai perseteruan atau permusuhan itu membawa kita lupa kepada kebaikan.

Ucapkan kebenaran walau pahit rasanya, baik terhadap diri kita sendiri maupun terhadap orang yang paling dekat dengan kita. Jadilah kita orang yang belas kasihan, dermawan, lembut hati, suka memaafkan kesalahan orang lain dan menyayangi sesama manusia, juga kepada hewan sekalipun.

Berperilaku dan bermoral yang baik, bergaul kepada semua orang dengan baik dengan tetap menjaga tata aturan sosial yang diajarkan oleh Syari’at Islam.

Tidak memata-matai perbuatan dan pekerjaan orang lain, tidak menggunjing orang, tidak arogan dan meminta izin ketika masuk maupun keluar dari pertemuan dan sebagainya.

Catatan:

  1. Sikap Rasulullah mengahadapi orang munafik, Abdullah bin Abbas menghadapi orang Khawarij
  2. Banyak mendengar dan hindari debat yang tidak berguna
  3. Berikan tausiyah dan tunjukkan rasa cinta kepadanya.

:: Rumah Pena MOTIVASI menerima tulisan, artikel membangun jiwa, motivasi. Kirim tulisan sahabat ke email saya; pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *