Aktivitas Dakwah Islam Secara Kolektif

Islam adalah agama dakwah. Dan salah satu inti dari ajaran Islam adalah perintah kepada umatnya untuk berdakwah, yakni mengajak manusia kepada jalan Allah (tauhid) dengan hikmah. Saat ini kepedulian seorang mukmin terhadap dakwah menjadi trademark. Bahasa mudahnya adalah Hijrah.

Artinya, seorang mukmin yang acuh tak acuh dengan dakwah berarti ia bukanlah mukmin sejati. Logikanya begini. Apa iya kita tega jika ada teman kita yang berbuat maksiat, lalu kita diamkan saja? Kayaknya tidak mungkin banget kan kalau ada temen kita yang sedang berada dibibir jurang dan hampir jatuh, masa kita tidak menolongnya. Iya nggak sih?

Para pemuda dan remaja, bahkan Allah SWT memuji aktivitas dakwah ini sebagai aktivitas yang mulia. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim”. (QS Fushshilat: 33)

Allah SWT juga memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berdakwah. Seperti dalam firmanNya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS An Nahl: 125)

Menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan munkar adalah identitas seorang muslim. Itulah Islam, Islam sangat dinamis. Kini, di jaman yang sudah jauh berubah seratus delapan puluh derajat ini, arus informasi semakin sulit dikontrol.

Teknologi informasi (Internet) salah satunya, mampu memberikan nuansa budaya baru. Kecepatan informasinya ibarat pisau bermata dua. Bisa menguntungkan sekaligus merugikan. Kenyataan yang harus kita hadapi dan rasakan adalah lunturnya nilai-nilai ajaran Islam di kalangan kaum muslimin, khususnya remaja dan pemuda.

Utamanya adalah remaja muslim. Berapa banyak para remaja yang tergoda dengan beragam rayuan maut peradaban Barat seperti seks bebas, narkoba, dan beragam kriminalitas. Hasilnya, terlihat amburadul.

Karena itu, kini dakwah jadi sarana efektif sekaligus senjata untuk membendung arus budaya rusak yang akan menggerus kepribadian Islam para remaja dan pemuda. Kita harus melawan propaganda mereka dengan proganda kembali. Perang pemikiran (ghazwul fikri) dan perang kebudayaan hanya bisa dilawan dengan pemikiran dan budaya Islam.

Dengan aktivitas dakwah yang kita lakukan secara kolektif, maka kerusakan yang tengah berlangsung ini masih mungkin untuk dapat diperbaiki kembali sekaligus mengokohkannya. Tentu saja, semua ini bergantung kepada partisipasi para remaja dan pemuda dalam dakwah.

Kita menyadari, kita bukanlah manusia super yang dapat melakukan aksinya hanya dengan seorang diri. Untuk ke arah sana, tentu membutuhkan kerjasama yang baik, solid dan fokus pada masalah. Pemikiran dan perasaan kita harus disatukan dengan ikatan akidah Islam yang lurus dan benar.

Satu persepsi, Islam tegak di muka bumi ini. Satu cita-cita, Islam harus menjadi nomor satu di dunia untuk mengalahkan segala bentuk kekufuran. Itulah diantaranya mengapa kita semua wajib berdakwah.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

3Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *