Tulislah Apa Yang Kita Senang Untuk Menulisnya

Katanya menulis itu mudah, semudah orang yang sedang tersenyum. Hanya diperlukan satu persen bakat, lalu sisanya adalah kerja keras, kerja keras dan perlu latihan terus menerus.

Mulailah menulis, jika tidak dapat menuliskan kata atau kalimat pertama, maka mulailah dengan kata atau kalimat kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Yang penting kita jangan pernah menyerah untuk mulai menulis.

Jangan katakan sesuatu pada kata atau kalimat dalam tulisan, tetapi lukiskanlah cerita yang akan kita tulis itu, sehingga pembaca dapat merasakan hadir dan menyaksikan langsung peristiwa yang kita lukiskan lewat tulisan itu.

Namun, ternyata kita juga sulit sekali menulis atau melukiskan kata atau kalimat. Terkadang, terlintas kata, “Saya mau menulis apa ya? Apa yang akan saya tulis ya? dan kalimat lainnya.

Itulah kata atau kalimat pertama yang terlintas dalam pikiran mereka yang baru akan menulis. Menulis itu, katanya identik dengan menuliskan kata-kata atau beberapa kalimat yang sangat sulit sekali.

Dan kesulitan memulai kalimat awal, tidak saja menjadi masalah bagi mereka yang jarang, apalagi belum pernah menulis. Bahkan, mereka yang sudah sering menulis (penulis) atau pengarang (novelis) yang sudah berpengalaman sekalipun atau malang melintang di dunia tulis menulis pun sering kali mengalami hambatan itu.

Dan menulis kata pertama dalam sebuah tulisan, seringkali menjadi ‘beban berat’ bagi para penulis pemula. Terkadang, saya pun demikian, sering mengalami hal serupa.

Terkadang macet di awal tulisan. Ide yang ada ‘mentok’, bahkan sibuk sendiri memikirkan kata atau kalimat pertama yang bagus dan enak dibaca.

Kayaknya, pikiran kita hanya berputar-putar di kata atau kalimat itu saja. Hal itu terjadi, biasanya karena penulis pemula, awal, jarang membaca, jarang juga membaca tulisan orang lain, dan tentunya juga jarang melatih menulis untuk tulisan yang akan dibuat.

Karena itu, energi yang dihasilkan dari berpikir akan sia-sia karena hal itu tidak juga mendapatkan kata atau kalimat pertama dalam tulisan itu.

Banyak dari mereka yang pandai berkata-kata dengan lisan namun tak pandai menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dan hal tersulit adalah mengawali penulisan kata atau kalimat pertama yang harus ditulis.
Jadi, teruslah menulis. Meski tema yang akan ditulisnya asal jadi, ditambah pembahasannya yang ngalor-ngidul, karakter hurufnya juga tidak sampai tiga ribu, serta tujuannya pun agak kurang jelas.

Jangan berkecil hati. Tidak mengapa, biarkan saja. Kita tidak perlu terganggu dengan hal itu. Yang penting kita terus mencoba untuk menulis.

Soalnya, untuk mereka yang baru saja mulai menulis, terkadang waktu menulis itu harus terus diintensifkan dalam masa-masa belajar. Terus intensifkan menulis, jangan berhenti.

Karena itu, teruslah menulis dan terus menulis. Menulis apa saja yang kita dapat tulis. Tulislah apapun yang mungkin kita senang untuk menulisnya. Jangan takut salah dalam menulis, karena dengan menulis kita bisa menggenggam dunia.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

.

8Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *