Untuk Berhasil, Mengapa Kita Harus Gagal

Jika kita tidak pernah gagal, maka kita tidak pernah hidup. Ini jadi pengingat yang baik karena saat kita menjalani kehidupan sehari-hari, kita cenderung melupakan pesan yang sangat penting ini.

Semua orang pernah gagal. Setiap orang pernah gagal total. Siapa yang tak mengenal Joanne Kathleen Rowling atau yang lebih dikenal sebagai J.K. Rowling, penulis buku Harry Potter. Seorang ibu tunggal tangguh yang tinggal di Edinburgh, Skotlandia,

Saya pernah membaca tentang dia baru-baru ini, dimana dia mengatakan pada titik terendahnya dia ingin bunuh diri, tidak tahu bagaimana dia akan menyediakan masa depan untuk anak-anaknya. “Gagal adalah bagian dari permainan yang hidup,” kata dia.

Bisa kita bayangkan, jika J.K Rowling tidak berhasil menembus dan bertahan dengan visi besarnya. Bahkan, ketika kita melihat kesuksesannya hari ini, maka kita berbicara tentang 400 juta bukunya, Harry Potter yang terjual.

Banyak perjanjian lisensi, dan menjadi wanita terkaya kedua di Inggris setelah Ratu, sulit membayangkan seseorang di ambang bunuh diri, tetapi ini adalah kenyataan itu. Dan kita semua mengalaminya. Kita semua gagal, dan coba tebak, kita akan terus gagal, karena kita benar-benar membutuhkannya untuk berhasil.

Gagal sedang mencoba kita. Tanpa berusaha, kita tidak akan pernah berhasil. Semakin cepat kita menghadapi kegagalan, maka semakin cepat kita siap untuk sukses. Setiap kegagalan adalah blok pembangun menuju kesuksesan.

Beberapa orang tidak bisa menghadapi kegagalan, jadi mereka tidak pernah mencoba apa pun, sama sekali. Hasilnya: tidak ada atau nihil. Tidak ada yang bisa terjadi tanpa sebuah tindakan. Hidup adalah tentang sebuah tindakan, dan tentang mengambil risiko.

Ketika saya bekerja sebagai seorang penjual (marketing) selama belasan tahun lalu, saya banyak menyaksikan hal ini berkali-kali. Orang-orang yang berhasil adalah orang-orang yang tidak pernah takut ditolak.

Semua penjualan adalah tentang penolakan, dan bagi sebagian orang, risiko ditolak begitu melumpuhkan, sehingga mereka tidak akan mendekati klien yang potensial, karena sudah takut ditolak terlebih dahulu. Hasilnya: tidak ada penjualan dan tidak ada pula kesuksesan.

Kegagalan adalah sebuah pelajaran. Apa yang dapat kita tarik dari setiap kegagalan adalah berbuah pengalaman dan pengetahuan yang akan membantu kita berhasil dengan lebih baik. Itulah sebabnya, kita jangan pernah takut gagal, karena sama sekali tidak ada yang perlu ditakuti.

Di dalam permainan kehidupan, tidak ada yang memainkan permainan yang sempurna. Jika kita berpikir bahwa beberapa orang menjalani kehidupan sempurna tanpa cacat, maka itu hanyalah persepsi kita, tetapi tentu saja bukan kenyataan.

Terimalah bahwa kegagalan adalah bagian dari kehidupan, maka semakin baik kita untuk itu. Terimalah bahwa kita telah gagal. Bagi sebagian orang, kegagalan masa lalu akan menghantui mereka, dan mereka tidak pernah bisa mengatasinya.

Terima hal itu. Ketahuilah bahwa ini bukanlah insiden terisolasinya kita, semua orang telah menghadapi ini. Kita bukanlah orang yang berbeda. Setidaknya kita pernah dan terus mencoba. Mempersiapkan diri secara mental untuk ini adalah hal yang cerdas. Ini adalah hal realistis dan logis.

Sekarang, menerima tidak mengharapkan! kita seharusnya tidak berharap gagal. Orang-orang yang berharap gagal akan mewujudkan keinginan mereka dengan sangat mudah. Kita bisa bersikap logis dan menerima bahwa kemungkinan kegagalan memang ada, tetapi kita bisa yakin akan peluang kita untuk menghindari kegagalan tersebut.

Ini sangatlah penting, karena kita tidak ingin menjadi kebiasaan gagal. Hanya dengan mengetahui bahwa jika kita gagal, maka kita akan mengatasinya, dan itu tidak akan menghancurkan kita. Justru ia begitu memberdayakan sehingga dengan memiliki kerangka berpikir seperti itu dapat meningkatkan peluang kita untuk lebih sukses lagi.

Tanpa adanya kegagalan, maka seberapa manis kesuksesan itu? Bagaimana kesuksesan dapat dihargai, tanpa mengetahui perasaan yang berlawanan? Tanpa mengalami perasaan yang berlawanan, mereka tidak tahu nilai dari apa yang diberikan kepada mereka. Jadi mereka menghancurkannya.

Seperti J.K Rowling, yang pada suatu waktu ingin bunuh diri, maka seberapa manis menurut kita kesuksesannya harus dirasakannya, bahkan dirasakan juga oleh orang disekitarnya. Apa pun yang ingin kita lakukan dan kerjakan, proyek atau usaha apa pun yang ada dalam pikiran kita, maka cobalah saja.

Jalani hidup kita, dan mencoba hal-hal seperti itu adalah hidup. Perlu dicatat, bahwa rintangan terbesar yang membuat seseorang tidak berhasil adalah ketakutan akan kegagalan. Hal itu menyebabkan terhentinya kemajuan yang tiba-tiba, dan tidak ada gerakan berarti, tidak ada potensi untuk berhasil.

Janganlah menjadi orang seperti itu. Jangan takut gagal, selamat datang keberhasilan. Bersiaplah untuk itu. Berharaplah untuk berhasil, karena pada akhirnya, kitaa akan berhasil. Lawan ketakutan kita pada kegagalan, lalu beri semangat dan motivasi yang kuat untuk dapat menghasilkan kesuksesan.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

.

4Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *