Nyaman atau Memuaskan

Pakaian yang nyaman, lingkungan kerja yang nyaman, tempat tidur yang nyaman dapat sangat membantu. Namun, setelah beberapa saat, keinginan untuk kenyamanan semakin banyak hilang pada kemauan dan kemampuan kita untuk menciptakan kepuasan nyata.

Makanan cepat saji dan kemalasan memang menyenangkan, namun mereka mengorbankan nutrisi yang baik, olahraga yang teratur, dan tentang kebugaran.

Menyalahkan orang lain memang bisa menghibur bagi sebagian orang, namun hal itu justru dapat menghalangi kita dari kekuatan dan pemenuhan tanggung jawab.

Menggulir melalui media sosial itu bisa jadi nyaman, tetapi tidak menghasilkan apa pun yang bernilai abadi. Kepuasan yang nyata datang dari keluar dan berpartisipasi dalam interaksi sosial tatap muka (silaturahmi).

Mengeluh tentang masalah kita dapat membawa pada tingkat kenyamanan. Namun, pilihan yang jauh lebih efektif dan memuaskan adalah sibuk dan melakukan pekerjaan yang akan mengatasi masalah tersebut.

Jika kenyamanan kita dapat menghalangi pemenuhan sejati, maka hal itu akan segera berhenti menjadi nyaman. Maka, yang akan kita dapatkan bukanlah kenyamanan atau kepuasan, tetapi penyesalan.

Kenyamanan sesaat adalah pengganti yang buruk untuk pemenuhan yang langgeng dan abadi. Pilihlah selalu jalan yang mengarah kepada pemenuhan positif.

Cecep Y Pramana | Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *