Rumah Pena MOTIVASI

Menjadi Suami Baik dan Pemaaf

Oleh: Cecep Y Pramana

Sikap memaafkan adalah sikap yang harus didahulukan ketika seorang suami melihat istrinya melakukan sebuah kekeliruan. Rumahtangga yang dipimpin oleh suami yang tidak memiliki jiwa pemaaf akan menimbulkan banyak masalah, bahkan lebih.

Jiwa pemaaf dan lapang dada juga sangat dibutuhkan untuk menegakkan keadilan, karena seorang suami bisa saja keliru ketika membenci sesuatu pada istrinya. Dan ternyata yang dibencinya itu justru mengandung kebaikan dan bahkan dibutuhkan pada saat-saat tertentu di luar perhitungannya.

…Pergaulilah mereka (istri-istrimu) dengan ma’ruf. Maka jika kalian membenci mereka, barangkali sesuatu yang kalian benci itu, Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS An Nisa: 19).

Para suami tidak semestinya membayangkan para istri memiliki karakter malaikat, tanpa cacat. Ia adalah makhluk Allah yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk menghargai kebaikannya, seorang suami harus toleran terhadap kekurangan istrinya.

Jangan hanya melihat satu bagian saja tanpa mau melihat bagian yang lainnya. “Janganlah seorang Mukmin (suami) membenci Mukminah (istri). Bila ia membenci terhadap satu bagian, (pasti) ada bagian lain yang menyenangkannya”. (HR Muslim).

Carilah cara terbaik untuk memperbaiki kekeliruan istri. Jangan membesar-besarkan masalah yang dihadapi. Takarlah teguran sesuai dengan kekeliruan. Awali teguran dengan sindiran, bukan dengan ucapan yang vulgar. Karena kata-kata vulgar akan menyakiti perasaannya.

Meski hal itu bisa jadi lumrah atau baik bagi sebagian kalangan, tapi janganlah menegur dihadapan orang lain, dihadapan kerabat atau saudaranya. Pilihlah saat dan waktu yang tepat. Sampaikan teguran ketika emosi sudah mereda.

Bahkan, tundalah hingga pikiran dingin dan jiwa kembali tenang. Jagalah agar teguran tidak sampai melukai hati atau menghina perasaanya. Tetapi tunjukkan sikap cinta dan kasih sayang di tengah teguran itu. Dan jauhilah sikap takabur serta tinggi hati. Sudahkah kita mencobanya dan menjadi suami pemaaf. Wallahu a’lam bishshawab.

.
Twitter/IG/LINE: @CepPangeran | LinkedIn: Cepy Pramana | Google+: CecepYPramana | Email: pangeranpram@gmail.com

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *