Tetaplah Bergembira, Kurindu Hadirmu Ramadhan

Oleh Cecep Y Pramana

Sebuah pesan singkat di WhatsApp (WA) masuk ke layar handphone. Pesan singkat itu berbunyi, “Marhaban yaa Ramadhan. Bulan penuh berkah telah datang. Siapkan fisik dan hati kita semua untuk menyambut kedatangannya”. Demikian pesan singkat dari seorang teman lama. Pendek namun tetap penuh makna.

Selain WA tadi, ada belasan WA sejenis yang masuk secara pribadi dengan redaksi berbeda. Inti semuanya sama, yaitu mengingatkan jika Ramadhan segera tiba. Berkirim WA adalah tren baru di era modern sejak beberapa tahun terakhir. Di mana jarak dan ruang tidak jadi kendala.

Tanpa harus merogoh kocek dalam, dengan alat canggih ini, kita bisa mengirim pesan singkat ke saudara, teman, kolega atau grup WA/Telegram atas kedatangan bulan Ramadhan. Siapapun dia, saat mendapat pesan singkat (WA) tersebut pasti akan gembira atau kangen dengan Ramadhan. Karena itu, coba lakukan hal sederhana ini langsung ke nomor kontak pribadi. Lihat, bagaimana tanggapannya.

Jika ditanya, bagaimana perasaan kita saat Ramadhan datang menyapa kita? Senang, gembira, ramadhan ku rindu, penuh cinta, terharu, pasti itulah jawabannya. Betapa tidak? Di bulan yang dinanti jutaan umat Islam di seluruh dunia ini, terkandung banyak keutamaan dan kemuliaan. Tak heran jika Nabi Muhammad SAW mengatakan bulan ini termasuk bulan terbaik dari bulan-bulan lainnya. Di dalamnya ada satu malam (Lailatul Qadr), sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Setiap orang di seluruh dunia akan berbahagia menyambut kedatangannya. Berburu pahala dengan berlomba-lomba dalam kebaikan dan ibadah. Setiap malam, masjid selalu penuh oleh jamaah tarawih. Semoga saat Ramadhan tiba, Allah SWT angkat dan hilangkan wabah virus corona ini, agar seluruh umat muslim di dunia bisa tenang menjalankannya.

Selain tarawih juga tilawah Al-Qur’an akan terdengar di musholla, masjid-masjid bahkan rumah di seluruh penjuru dunia. Umat Islam berlomba mengeluarkan takjil dan buka puasa. Fenomena inilah yang tidak akan pernah dijumpai selain di bulan Ramadhan yang Mulia dan Agung ini. Tak salah memang, jika Ramadhan adalah bulan penuh rahmah (kasih sayang). Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.

Ramadhan adalah oase, penyejuk di tengah gersangnya kehidupan. Sebelas bulan kita larut oleh hiruk pikuk rutinitas duniawi. Pergi pagi pulang sore mencari rezeki. Ibadah terkadang dilakukan hanya yang wajib saja. Raga pun menjadi letih. Begitu pula spiritual kita jadi kering kerontang.

Jika hal ini tidak diobati, maka lambat laun akan rusak bahkan mati. Ramadhan datang sebagai oase. Kehadiran Ramadhan sebagai penghapus dahaga sekaligus penyejuk. Yang sakit akan terobati, sesuai sabda Nabi SAW, “barang siapa yang puasa, maka akan sehat (shuumu tasihhu)”.

Bonus besar-besar hanya ada di bulan Ramadhan. Berbeda dengan bulan lainnya, Allah SWT betul-betul memanjakan hamba-Nya yang beriman. Di bulan ini pahala dilipatgandakan. Karena itu, satu biji kurma yang kita sedekahkan, bernilai pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Belum lagi pahala amal saleh lainnya, seperti zakat, infaq, shadaqah, shalat, tilawah Al-Qur’an, qiyamul lail serta ibadah lainnya. Karena itu, barangsiapa yang mengerjakannya, niscaya akan panen pahala. Dan pastinya orang-orang yang beriman dijamin bakal terpikat Ramadhan. Bergembiralah dengan kedatangannya.

Nafasnya orang berpuasa ibarat tasbih, tidurnya laksana ibadah, doa-doa yang dipanjatkan akan terkabul. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, betapa agungnya bulan Ramadhan. Tak dapat dipungkiri lagi, Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Karenanya, momen bulan Ramadhan sangatlah berharga.

Terlebih, saat Allah SWT masih memberi kesempatan umur kepada kita semua untuk bertemu lagi dengan Ramadhan. Karena itu siapkan diri sebaik-baiknya, baik hati dan fisik untuk menyongsong datangnya tamu Allah itu. Sejak sekarang, perbanyak amal shaleh dan menjauhi larangannya.

Jangan sampai, saat bulan Ramadhan datang, namun diri kita penuh noda dan dosa. Akan lebih baik, jika Ramadhan datang, kita menyambutnya dengan penuh suka cita dan bersih dari segala dosa. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan penuh khidmat. Insya Allah, kurindu hadirmu Ramadhan.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *