Rasa Kasihan, Kebutuhan dan Tantangan

Cecep Y Pramana

Mengapa ketika kita benar-benar membutuhkan lebih banyak bisnis, tetapi sangat sulit untuk menemukannya. Namun, terkadang ketika kita tidak membutuhkan bisnis baru, biasanya bisnis itu akan datang kepada kita dari segala arah. Siapapun yang bekerja dalam posisi penjualan atau menjalankan sebuah bisnis mungkin pernah mengalami hal ini.

Ketika kita memiliki banyak bisnis dan segala sesuatunya berjalan lancar, maka kita secara alami akan menarik orang-orang kepada kita. Semua aktivitas kita membangkitkan lebih banyak aktivitas. Kita lebih percaya diri dan orang pasti bisa merasakannya. Tidak ada yang berhasil seperti kesuksesan.

Banyak orang beroperasi dari perspektif kebutuhan. Mereka mencoba menggunakan kebutuhan mereka sendiri sebagai cara untuk meyakinkan orang agar berbisnis dengan mereka. Itu adalah resep untuk kegagalan. Tidak ada yang mau membeli dari seseorang yang putus asa.

Jangan meminta atau mengharapkan orang lain mengasihani kita. Kita mungkin menemukan beberapa yang mau, tetapi ‘rasa kasihan’ adalah hal terakhir yang kita inginkan.

Kasihan adalah salah satu hal paling merendahkan yang dapat kita alami.

Ketika kita menerima belas kasihan, maka kita mengakui kepada diri sendiri dan orang lain bahwa semua harapan telah hilang. Pola pikir seperti itu tidak akan membawa kita terlalu jauh.

Jauh lebih baik untuk ditantang daripada dikasihani. Karena tantangan akan memaksa kita untuk tumbuh, membangun, berkreasi, berprestasi. Tantangan juga bisa memotivasi diri.

Terlebih lagi hal ini dapat mengajari kita keterampilan baru dan membantu kita membuat kontak baru. Dari sinilah kita dapat membangun kepercayaan diri dan kompetensi.

Carilah tantangan yang luas dan lakukan upaya terbaik untuk memenuhi tantangan itu dan kita akan segera memiliki lebih banyak ‘bisnis’ daripada yang dapat kita tangani.

.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *