Kebersihan Hati dan Silaturahim

Cecep Y Pramana

Hati bisa dikatakan sebagai panglima bagi anggota badan lainnya yang siap sebagai prajurit dalam melakukan sesuai dengan perintah panglimanya. Hati adalah sumber gerak dan motivasi.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah dalam jasad adalah segumpal daging, jika ia baik maka akan baik pula seluruh anggota badan, tetapi jika segumpal daging itu rusak maka seluruhnya akan menjadi rusak, ketahuilah segumpal daging tersebut adalah KALBU“.

Sedangkan silaturahim atau silaturahmi memiliki arti kasih sayang terhadap sesama. Karena itu, hasil positif dari syariat silaturahim sangat tergantung pada kebersihan hati, kejernihan kalbu, ketulusan niat.

Dengan silaturahim memperoleh keberkahan dalam rizki, umur juga dalam ketaatan. Silaturahim menumbuhkan kasih sayang antar sesama. Dengan silaturahim perkenalan terjalin, saling tukar pikiran, tukar pengetahuan dan pengalaman, saling menasehati dan mengingatkan, membantu saat kesulitan dan lainnya.

Dan silaturahim yang efektif dan kontinyu akan melahirkan kesatuan yang dimulai dengan kesatuan hati, kesatuan pemikiran, sehingga mewujud kesatuan sikap dan kerja konstruktif dan produktif.

Karena itu, Rasululllah SAW mengaitkan perintah silaturahim dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan Hari Akhir.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hormati tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hubungkan silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diam“. (HR Bukhari Muslim).

Allah SWT tidak pernah dan tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yang menjalankan syariatNya dengan benar dan baik serta tepat, secara ikhlas dan hanya mengharap ridhoNya. Wallahua’lam.

.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *