Ego Yang Berbicara

Cecep Y Pramana

Ketika kita mengamati diri kita sendiri memilih kata-kata dan mengatur tindakan kita untuk mengesankan seseorang, itulah ego yang berbicara. Dan ego tidak selalu menjadi penasihat terbaik kita.

Ketika kita terobsesi dengan pemikiran bahwa kita sedang disalahpahami atau disalahartikan, maka itulah ego yang berbicara. Mungkin apa yang kita perhatikan benar, masih ada ego di sana, dalam posisi untuk mengarahkan respons kita.

Ego ada tempatnya. Namun, terlalu sering ia melompat jauh dari tempat itu dan bisa mendominasi situasi.

Ego dapat mengubah pandangan kita, mengatakan bahwa kita terlalu baik untuk melakukan semua hal kasar dan tidak nyaman yang harus dilakukan. Ego menyalahkan masalah kita pada orang lain dan dengan demikian mencegah kita mengatasinya.

Bayangkan kekuatan dari mengatakan pada diri sendiri, kapan pun kita menyadarinya, ego itulah yang dapat memotivasi kita. Bayangkan, menempatkan diri kita pada posisi untuk memilih apakah kita terus membiarkan ego mengendalikan atau tidak.

Untuk sebagian besar dari apa yang kita lakukan dan katakan serta pikirkan dan rasakan, maka itulah ego yang berbicara. Catat dan pastikan hal itu bukan satu-satunya hal yang kita dengarkan.
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *