Selamat Tahun Baru 2021

Cecep Y Pramana

Hari ini adalah hari dimana kita memberikan evaluasi atas perjalanan waktu. Planet kita telah melakukan satu kali perjalanan mengelilingi tata surya dan orang-orang menyebutnya setahun.

Persepsi kita tentang waktu itu pasti berguna dan tidak akan ada yang memungkirinya, karena dapat membantu dalam menjalani hidup kita.

Ribuan tahun yang lalu, dengan teknologi yang dianggap cukup kasar menurut standar saat ini, orang dapat mengukur dan mengantisipasi berbagai musim dalam setahun secara akurat. Konsep waktu telah menjadi hal yang penting sejak lama.

Klik :: KELASBelajarDigitalOnline

Seperti alat yang berguna. Dan bagaimanapun, waktu dapat disalahgunakan dan juga dimanfaatkan. Alasan seperti “Saya terlalu tua untuk melakukan itu” atau “Saya akan punya banyak waktu untuk itu nanti” adalah penyalahgunaan konsep waktu.

Yang pertama mengasumsikan bahwa tidak pernah ada cukup waktu. Yang kedua mengasumsikan bahwa selalu ada cukup waktu. Keduanya salah.

Waktu adalah apa yang kita dapatkan darinya. Itu tidak membuat kita atau mendefinisikan kita atau menyelamatkan kita dari keadaan biasa-biasa saja. Apakah kita mengatakan “tidak pernah ada cukup waktu” atau “selalu ada lebih banyak waktu”, yang sebenarnya kita katakan adalah kita tidak mau berusaha menggunakan waktu dengan bijak.

Pertimbangkan sejenak kemungkinan bahwa waktu tidak ada. Bahwa itu hanya konsep yang nyaman, teori, yang tidak memiliki dasar dalam kenyataan.

Bagaimana jika semua diri kita dan semua yang kita inginkan, ada sekaligus? Kalau dipikir-pikir, pernahkah kita benar-benar mengalami masa lalu atau masa depan? Tentu, kita pasti memiliki kenangan masa lalu, tetapi apakah kita pernah ke sana?

Kita memiliki harapan, ketakutan dan antisipasi untuk masa depan, tetapi apakah kita pernah ke sana? Faktanya adalah, satu-satunya tempat kita yang ada sekarang.

Bagaimana jika tidak ada masa depan dan masa lalu? Bagaimana jika kita harus menjadi segalanya yang kita bisa sekarang? Bagaimana hal itu akan mengubah kita?

Waktu adalah alat yang diciptakan manusia untuk membantu memahami alam semesta. Ini adalah alat yang sangat berguna yang membantu kita merencanakan dan mengatur serta memahami kehidupan kita.

Tetapi waktu terpisah dari keberadaan kita, seperti halnya palu terpisah dari tukang kayu. Meskipun palu adalah salah satu alat tukang kayu yang paling berguna, meskipun palu membantunya membentuk dunianya dan mencapai hal-hal hebat, palu tidak mendefinisikan tukang kayu.

Apakah tukang kayu berhenti melakukan pekerjaannya hanya karena dia sudah terlalu lama menggunakan palu? Tidak, tentu saja tidak. Apakah tukang kayu lalai melakukan pekerjaannya karena dia memiliki palu baru yang mengkilap yang “akan selalu ada”? Tidak.

Kita harus belajar menggunakan waktu untuk apa adanya tanpa membiarkannya menahan kita. Kita tidak punya banyak waktu. Kita hanya menggunakan waktu. Terserah kita untuk menggunakannya secara bijak.
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *