Tarbiyah, Jangan Berhenti

Cecep Y Pramana

Tarbiyah sebagai sarana pembentukan dan pembinaan diri bagi aktivis dakwah tidak boleh kendur, macet apalagi berhenti, dalam kondisi apapun. Terutama dimasa pandemi covid-19 ini.

Klik :: KELASBelajarDigitalOnline

Mereka yang berada dalam barisan dakwah harus terus menerus dengan kuat ‘membentuk diri’, menjadi satu aktivitas yang harus terus berjalan, tidak kendur, mandeg atau sekalipun berhenti sejenak, terutama bagi seorang pembina yang selalu memberikan ‘semangat’ kepada para anggotanya.

Karena tarbiyah merupakan titik tolak bagi aktivis dakwah dalam membentuk dan membina diri, mentarbiyah diri menuju kepribadian muslim shalih mushlih. Apalagi ditambah iklim yang terjadi di sekitar kita sangat berperan menjadi penghalang serius untuk mencapai cita-cita mulia tersebut.

Banyak ujian, halangan dan rintangan. Hadangan bahkan tikungan-tikungan tajam yang berbahaya, berada di kiri dan kanan jalan yang akan menjerumuskannya ke dalam jurang terjal.

Maka, tarbiyah sebagai jawaban untuk membentuk dan membina diri bagi seorang aktivis dakwah dalam menghadapi keadaan tersebut yang harus tetap berjalan, hingga kita dipanggil sang Pencipta, Allahu Rabbi.

Mandeg atau berhentinya tarbiyah dapat berpengaruh pada ketahanan mental dan maknawiyah aktivis dakwah yang melemah. Kelemahan ini terkadang menjadi sebab dari berbagai problematika aktivis, baik skala personal, sosial maupun dalam bergerak bersama.

Karena itu, dalam situasi kondisi apapun, tarbiyah harus terus dan tetap berjalan, bagaimanapun jalan yang harus dilaluinya. Bila ia mendapatkan rintangan dan gangguan dari kiri, maka ia harus memutar haluan dengan cepat ke kanan.

Begitu juga sebaliknya, bila ada hadangan dan gangguan dari sebelah kanan, maka ia pun harus menyikapinya dengan cepat berbelok ke kiri. Sehingga kita selalu tetap berada dalam jalan-jalan kebaikan.

Artinya, meski banyak yang menghalangi, merintangi bahkan menghambat, tarbiyah harus terus jalan, bergulir dari berbagai arah dalam kondisi sepahit apapun, sehingga ia selalu mengalir dengan lancar. Wallahua’lam.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *