Serunya Rafting Bersama Wirausaha Muda dan Pekerja Profesional

Nikmatnya rafting atau arung jeram, kita bisa menyatu dengan alam. Dengan berjalan dan bermain di alam terbuka, ada kesenangan lebih, karena bisa mengeksplorasi untuk menambah pengalaman secara pribadi.

Arung jeram memang menegangkan, tapi sekaligus menyenangkan. Deburan air, teriakan orang, membuat suasana semakin seru saat perahu mengarungi air deras berliku meniti bebatuan sungai.

Sungai Cisadane dipilih jadi lokasi arung jeram karena kawasan ini memiliki daya tarik wisata air yang menarik dan menantang sekaligus berdekatan dengan lokasi kami menginap, yaitu di rumah Bang Aziz di tengah sawah, Kp Cinagara RT 001 RW 03 (d.h Penggilingan H. Muslim) Desa Cinagara, Kecamatan Caringin Legok Lama, Kabupaten Bogor.

Menjelang datangnya bulan Ramadhan 2021 atau 1442 Hijriyah yang hanya dalam hitungan hari, saya bersama sembilan orang yang berprofesi sebagai wirausaha muda, juga pekerja profesional mencoba mengarungi Sungai Cisadane, Bogor Jawa Barat. Main Arung jeram, basah-basahan atau rafting di sini rasanya cukup menantang, seru dan pastinya safety. Hanya dua jam saja dari Jakarta untuk bisa mencapai di Arung Jeram sungai Cisadane ini.

Sungai Cisadane terletak di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Dengan lebar sungai sekitar 10 meter dan kedalaman bervariasi mulai dari setinggi betis atau paha orang dewasa hingga mencapai 7-8 meter (kebetulan saat itu sedang surut). Berdasarkan lebar, jeram (aliran air yang deras dan menurun) dan kedalamannya, sungai cisadane ini tergolong level 3 sehingga aman untuk digunakan sebagai lokasi berwisata.

Selepas shalat subuh berjamaah, zikir pagi, tausiyah, olahraga otak, pukul sembilan pagi kami bersepuluh bersiap untuk perjalanan ke titik start juga tidak kalah seru dan menegangkan. Menggunakan mobil bak terbuka, saya dan rombongan dibawa melintasi jalan perkotaan, lalu masuk jalan pedesaan yang sempit, berkelok-kelok, naik dan turun. Semua rombongan naik mobil pick-up kecil.

Saya sendiri duduk di depan bersama supir sedangkan sembilan orang lainnya duduk diatas bak pick-up yang terlihat cukup santai. Kurang lebih 15 hingga 20 menitan kami menuju tempat “start”.

Akhirnya rombongan tiba di lokasi, kami semua langsung diajak untuk bersiap mengenakan baju pelampung, topi dan masing-masing membawa dayung. Arahan dan informasi seputar sungai cisadane dan arung jeram ini dikenalkan oleh kang Basir, salah satu guide dari Rafting Cisadane Adventure (RCA), dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh pak Syarif.

Selanjutnya kami dibagi menjadi tiga kelompok untuk selanjutnya menuju ke pinggir sungai dimana sebanyak tiga perahu dan satu perahu kano telah menunggu untuk dinaiki.

Perahu satu, terdiri dari Bang Aziz (pekerja profesional, IG @imahabahmuslim), Amiyanto (Owner Bubur Ayam Bawain dengan 27 outlet, IG @buburbawain), Drajat (Mitra Bubur Bawain Lubang Buaya, IG @drajat_doank6) dengan pemandu kang Firman.

Perahu dua, terdiri dari Haji Abdul Somad (Pemilik Soto Ceker Haji Somad Jatiluhur dengan 2 outlet), pak Januar (Owner Bubur Beneran IG @buburayambeneran dan gamis jubah pria Khaleed Apparel, IG @khaleedapparel), mas Boyo (wirausaha/UMKM Bengkel Las, IG @boyobengkel) dan pak Ardian (Wirausaha makanan ringan, pekerja profesional, IG @ardiansiswanto) dengan pemandu kang Cadeng.

Dan perahu tiga, terdiri dari Cepy (Media Online dan Marketing Property, IG @ceppangeran), pak Syarifudin (Mitra Bubur Bawain Pondok Bambu dan Jatiwaringin, IG @ksya.syarif) dan pak Yoyo (pekerja IT profesional, IG @rhantoro) dengan pemandu kang Basir.

Satu persatu, peserta naik di atas perahu karet. Setiap perahu, dijaga seorang pemandu (guide). Sedangkan jika ada anak-anak, setiap anak akan dijaga dua pemandu, kata kang Basir saat ditanya terkait peserta anak-anak.

Di atas perahu karet, kami diberikan “briefing” singkat terlebih dahulu oleh pemandu. Di awali dengan informasi dari pemandu RCA yang memberikan tips jelang berarung jeram. Maju, mundur, geser kiri, geser kanan, buum…!!. Demikian instruksi pemandu yang harus diikuti oleh peserta arung jeram saat menembus derasnya gemuruh air sungai Cisadane.

Menurut kang Basir, salah satu pemandu arung jeram dari RCA mengatakan bahwa tidak perlu ada persiapan khusus jika ingin mencoba kegiatan seru ini, yang penting berani. Sebelum menantang arus, mereka yang ingin mencoba arung jeram wajib memakai helm dan pelampung. Jadi tak perlu khawatir tenggelam bagi Anda yang tak bisa berenang.

Kami lalu diminta duduk di pinggir perahu karet dan meletakkan kaki kami ditempat yang disediakan didalam perahu karet agar kondisi selalu stabil selama diombang-ambingkan arus sungai. “Mari kita berdoa dulu sebelum berangkat ya,” kata kang Basir pemandu perahu yang saya tumpangi.

Selepas perahu berjalan, kami bertiga pekikan takbir, “Allahu Akbar” sebanyak tiga kali yang dilanjutkan dengan aba-aba dari pemandu. “Siap berangkat,” kata kang Basir. “Siap, Allahu Akbar,” jawab kami semuanya. Berangkattttttt..majuuuuuu…

Berangkattttttt…majuuuuuu…teriak kang Basir, juru mudi dari Rafting Cisadane Adventure (RCA) memberi aba-aba kepada kami semuanya untuk mendayung. Saatnya menaklukan liarnya arus sungai Cisadane.

Benar saja, baru beberapa meter perjalanan arung jeram sungai cisadane sudah membuat andrenalin langsung naik tajam. Teriakan keras dari peserta lainnya semakin mengencangkan andrenalin.

Sesampai di daerah turunan, perahu bergerak naik turun mengikuti arus sungai yang menerjang di atas bebatuan. Saya pun langsung terpental dari perahu, walaupun masih jatuh diatas perahu.

Spontan saja, semua penumpang perahu 1, 2 dan perahu 3 langsung berteriak ketika perahu memasuki jeram dan terangkat. Byuuur… semua peserta basah kuyub. Sungai Cisadane ini cukup menantang. Itulah yang terjadi dengan semua peserta. Beberapa meter kemudian riam semakin tenang, gemercik air juga terdengar tenang membaut hati tenang dan damai.

Sepanjang 12 kilometer kami semua mengarungi sungai Cisadane dengan penuh semangat. Terdapat empat jeram yang akan dilalui. Setiap jeram memiliki sensasi berbeda-beda. Pertama jeram blender, jeram kerinduan, jeram kuda liar dan jeram dam atau bendungan.

Salah satu jeram yang kami temui di awal pengarungan adalah “Jeram Blender”. Kang Basir sebagai pemandu yang mengendalikan perahu kami sebelumnya sudah mengingatkan untuk ektra hati-hati saat melintasi jeram ini.

Batu yang cukup besar berdiri disebalah kanan dan kiri jeram, mengapit jalur air. Di tengah kedua batu inilah perahu yang kami naiki harus melintas. Jeram pertama ini ternyata menyimpan tantangan pertama yang cukup menarik.

Perahu kami terjepit di antara batu-batu besar itu. Tak ayal, derasnya arus air langsung tumpah ke dalam perahu, membuat perahu semakin terbenam kedalam air. Dan kami pun langsung basah kuyup.

Semua orang dalam perahu, langsung berpegangan erat di tali yang mengelilingi perahu bermerek “RCA dan RCB” itu. Wajah tegang namun penuh tawa langsung nampak di setiap anggota rombongan, tak terkecuali kang Basir, sang pemandu. Namun ketegangan itu tak berlangsung lama.

Karena tak jauh dari tempat kami lewat, ada “Perahu Kedua” yang berjumlah 4 orang langsung mendekat ke perahu kami. Pak Syarif yang duduk didepan saya dan juga pak Yoyo yang duduk disampingnya langsung berteriak, “Allahu Akbar”. “Mantapp! seru juga nih!” sambil menyipratkan air menggunakan dayung ke peserta di perahu dua.

Setelah melintas jeram Nusa, perahu yang kami naiki kembali melesat diantara jeram-jeram “dahsyat” lainnya. Perahu lainnya yang berada di belakang kami juga mengalami hal yang sama, bahkan nyaris terbalik. Tegang dicampur panik, membuat kegiatan arung jeram kali ini begitu asyik dan nikmat jadi satu.

Selain jeram Blender, kami juga melewati beberapa jeram yang tak kalah serunya seperti jeram kerinduan dan jeram kuda liar dan terakhir jeram dam atau bendungan. Kayaknya jarak 12 km selama 2 jam lebih ini terasa begitu cepat berlalu, walaupun panas matahari datang menghadang, namun tidak menghalangi kami untuk menikmati arung jeram.

“Mungkin karena kita enjoy, penuh senyum dan tawa jadinya kita bisa menaklukan sungai Cisadane ini. Tiba-tiba kok sudah sampai lokasi finish, padahal lagi seru-serunya. Tantangan terakhir ini yaitu menuruni DAM setinggi 3 meter. Ini menjadi tantangan terakhir yang mendebarkan

Apakah karena semuanya senang berarung jeram, jadi tidak terasa sudah selesai. Bisa jadi juga karena arusnya yang cukup kencang jadi cepat tiba di lokasi. Ahh pokoknya mah enak banget deh, rasanya ingin terus berada di sungai Cisadane.

Jalur yang ditempuh rombongan banyak dipenuhi bebatuan besar. Selain itu, adanya biawak juga menambah serunya arung jeram. Kami semua menikmati deras dan kencangnya arus sungai Cisadane.

Menikmati segar dan asiknya hempasan air, juga dari bebatuan yang ada di sungai Cisadane, apalagi ditambah sejuknya gemercik air yang membasahi tubuh kami semuanya.

Pada akhirnya, kami semua merasa bahwa arung jeram di sungai Cisadane ini, sensasi yang diberikan benar-benar luar biasa. Setelah naik ke tepi sungai, kami semua disuguhi kelapa muda dan panganan kecil.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah Bang Aziz yang dijadikan tempat menginap kami berlokasi di Desa Cinagara, juga juru mudi atau pemandu (guide) dari Rafting Cisadane Adventure (RCA), masing-masing kang Basir, kang Cadeng, kang Firman dan kang Asep yang mengambil foto dan video melalui perahu kano.
.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *