Pekerjaan Bisa Menunggu Kita

Cecep Y Pramana

Seberapa luas dunia yang kita ciptakan? Banyak orang hanya memiliki dunia seluas meja tulisnya saja. Atau sepetak ruang kerjanya. Bahkan, mungkin juga sebesar gedung kantornya saja.

Wahai kawan, pandanglah keluar. Tebarkan pandangan kita ke segala arah. Carilah ujung cakrawala. Lalu, nikmatilah cahaya matahari sore menemani perjalanan pulang kita ke rumah.

Dunia kita jauh lebih luas dari yang kita sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya antara rumah dan ruang kerja kita. Karena kita dianugerahi Tuhan Yang Maha Kuasa, Allahu Rabbi berupa lautan, pegunungan, hutan, mata air dan berbagai keindahan alam lainnya.

Sadarilah bahwa semua ini tak kalah berharganya. Karena itu, jangan sia-siakan waktu kita untuk tidak melebur dengan keindahan yang tiada tara. Keindahan yang hanya tercipta untuk di syukuri

Ayolah wahai kawan, pekerjaan kita masih bisa menunggu. Namun usia kita takkan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang mencari target yang telah dibidik.

Kita tak mungkin mampu menghentikan atau melambatkannya. Selama waktu masih tersisa, maka tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran kita di bumi ini.

Ketika kita menyadari betapa berharganya itu semua, maka kita pun menyadari betapa berharganya kita yang mungil ini di alam semesta yang maha luas ini. Kehadiran kita bagian dari alam ini. Maka, hiduplah dengan penuh keseimbangan.

Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaan kita. Karena hari esok masih ada. Kecuali kita mau menyesal karena di saat pandangan kita telah lamur, kita baru tersadar akan keelokan alam ini.

.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *