Skip to content

RUMAH PENA MOTIVASI

Menu
  • Home
  • Artikel
    • Ramadhan
    • Umroh
    • Keluarga
  • Motivasi
  • Cerita
  • Coretan
  • Dari Anda
  • Berita Iklan
  • Tentang Admin
Menu

Tujuan Hidup Dalam Islam

Posted on 25 October 202530 October 2025 by ceppangeran

@ Cecep Y. Pramana

Allah Subhanahu wata’ala menciptakan seluruh makhluk dan menjadikan manusia sebagai puncak dari makhluk-makhluk tersebut, sebagaimana yang difirmankan-Nya: “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna”. (QS Al-Isra: 70).

Kemuliaan dan kelebihan ini bukanlah karena manusia, melainkan karena Allah Subhanahu wata’ala telah memilih anak-anak Adam dan memerintahkan mereka untuk beribadah kepada-Nya. Tugas utama manusia adalah beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala, menaati ketaatan kepada-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Tujuan hidup haruslah sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wata’ala, yaitu meraih cinta Allah dan berusaha menaati-Nya sebagaimana yang telah Dia perintahkan. Inilah tujuan tertinggi yang dapat diusahakan dan dicurahkan seluruh hidup dan tenaga seorang Muslim. Dengan demikian, ia akan meraih kebaikan dunia dan akhirat, karena ambisi seseorang bukanlah mati demi Allah Subhanahu wata’ala semata, melainkan hidup demi Allah Subhanahu wata’ala sebelum itu.

Tanda-tanda Mendapatkan Cinta Allah Bagi Seorang Muslim

Meraih kecintaan Allah Subhanahu wata’ala memiliki tanda-tanda dan petunjuk yang menunjukkan bahwa seorang muslim telah meraih keridhaan Allah Subhanahu wata’ala atas dirinya. Di antara tanda-tanda tersebut adalah:

Terkena cobaan dan kesengsaraan: Inilah jalan Allah Subhanahu wata’ala kepada hamba-hamba-Nya yang dekat, dari Anas bin Malik Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, besarnya pahala bersamaan dengan besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang rela, maka baginya ridha-Nya, dan barang siapa yang benci, maka ia akan mendapatkan kebencian-Nya,” (HR. At Tirmidzi, nomor: 2396).

Penerimaan di surga dan bumi: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwaRasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman, ‘Sesunguhnya aku mencintai fulan, maka cintailah dia. Rasulullah selanjutnya bersabda, maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia”, maka para penghuni langit pun mencintainya, selanjutnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “dan kemudian dibumi diapun menjadi orang yang diterima”. (HR Muslim, nomor: 2637).

Semoga Allah Subhanahu wata’ala senantiasa mendekatkan hamba-Nya kepada-Nya dan menambah ketaatan serta amal salehnya. Apabila seseorang sibuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala dan menanti-nantikan waktu-waktu ketaatan, maka hal ini merupakan bukti kecintaan Allah kepada hamba-Nya, yaitu Allah Subhanahu wata’ala meningkatkan kedekatannya kepada-Nya.

Selain itu, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, menyiapkan baginya kebaikan di dunia dan akhirat, memberikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati, dan kejernihan jiwa, serta menjauhkannya dari hal-hal yang membahayakan dan mendekatkannya kepada hal-hal yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya ia berada dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala.  

Ayat-ayat tentang cinta kepada Allah SWT dan keutamaannya: Al-Qur’an telah berbicara di banyak tempat tentang cinta Allah Subhanahu wata’ala kepada hamba-hamba-Nya dan menjelaskan keutamaan cinta tersebut, serta apa yang terjadi pada orang-orang yang dicintai Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui”. (QS Al Maidah: 54).

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. (QS Al Baqarah: 222).

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Ali Imran: 31).

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. (QS Al Baqarah: 165). Wallahua’lam.

Twitter: @CepPangeran | IG/Tiktok: cecep.asmadiredja | LinkedIn: cecep asmadiredja

0Shares
Category: Artikel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Statistik

  • 3
  • 7,124
  • 978,959
  • 2,397

Tiket.com

banner

HALO MOTIVASI

Pelago.com – Travel

KREMES KRATON

ADIDAS ID

EIGER

LAZADA INDONESIA

diskonMU

NEOZEN KOREA

Pengunjung

Flag Counter

Arsip

Kategori

© 2026 RUMAH PENA MOTIVASI | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme